Menu

Mode Gelap
Muscab V PPP Nagan Raya Digelar, Perkuat Konsolidasi dan Siapkan Kepengurusan Baru Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan Bank Aceh Tuntaskan Sosialisasi dan Aktivasi IBC Non Tunai Gampong Se Nagan Raya, Siap Launching Awal Juni Pemkab Nagan Raya Bersama Bank Aceh Cabang Jeuram Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Dana Desa PUPR Aceh Barat Kebut Perbaikan 153 Titik Jalan Rusak dan Berlobang Pastikan stok pangan aman, Anggota DPR RI tinjau Gudang Bulog Blangpidie

Daerah

Korem 012/Teuku Umar kembangkan Food Estate dengan penerapan “Integrated Farming System

badge-check


					Korem 012/Teuku Umar kembangkan Food Estate dengan penerapan “Integrated Farming System Perbesar

Narasiterkini,com, Meulaboh – Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian, tanaman, ternak, ikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya (lahan, manusia, dan faktor tumbuh lainnya), yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumberdaya alam, serta kemandirian dan kesejahtraan petani secara berkelanjutan.

Pengembangan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi salah satunya, usaha peternakan ayam potong secara alami dengan sistem kandang semi close. Ayam Pedaging adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat, mulai budidaya ayam hingga proses pengolahan kotoran menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman dan pakan ikan lele.

“Integrated Farming System adalah terjadinya integrasi antara pertanian, perikanan dan peternakan, artinya dalam satu kawasan atau titik hasil pertanian, perikanan dan peternakannya bagus,” ujar Danrem 012/TU Kolonel Inf Riyanto, S.Ip. kepada Narasiterkini.com saat di konfirmasi Jumat (22/10/2022)

Tambah Danrem, dinamika dan semangat kuat oleh petani harus direspons lebih kuat lagi oleh pemerintah dan negara. Oleh karena itu, selain sektor pertanian, juga perikanan atau budidaya ayam potong harus menjadi pilihannya.

” yang menjadi kekuatan agar ke depan tidak hanya mono komoditas, atau bertumpu satu produksi misalnya, padi, jagung dan kacang saja, tetapi diharapkan tanaman pekarangan di rumah-rumah bisa memperkuat kebutuhan yang bisa ditunjang sesuai kemampuan wilayahnya masing-masing.”imbuh Danrem.

Seperti ayam potong yang dikembangkan oleh pihaknya, hanya membutuhkan modal yang kecil dan berdampak manfaat yang besar tentunya.

“Tidak perlu modal besar untuk menjalankan semua usaha, asal ada niat insyallah semua akan terpenuhi, ini juga merupakan contoh yang kita berikan kepada warga Aceh Barat dengan modal yang kecil kita juga bisa kembangkan usaha ini.”tutup Danrem 012/TU. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan

10 Mei 2026 - 15:15 WIB

Bank Aceh Tuntaskan Sosialisasi dan Aktivasi IBC Non Tunai Gampong Se Nagan Raya, Siap Launching Awal Juni

10 Mei 2026 - 13:58 WIB

Pemkab Nagan Raya Bersama Bank Aceh Cabang Jeuram Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Dana Desa

10 Mei 2026 - 11:14 WIB

PUPR Aceh Barat Kebut Perbaikan 153 Titik Jalan Rusak dan Berlobang

10 Mei 2026 - 08:43 WIB

Gerak Cepat Bantu Masyarakat, Tokoh Nagan Raya ini Apresiasi Brimob Polda Aceh 

8 Mei 2026 - 14:56 WIB

Trending di Daerah