Menu

Mode Gelap
14 Putra-putri Nagan Raya Menimba Ilmu ke Mesir dan Maroko Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul PTM Nagan Muda Turunkan 8 Atlet di Turnamen Silapong 5 Antar Divisi 2026 Banda Aceh Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi

Daerah

Pemkab Nagan Raya Berhasil Tekan Stunting Lewat Program “Sigaseh”

badge-check


					Pemkab Nagan Raya Berhasil Tekan Stunting Lewat Program “Sigaseh” Perbesar

Narasiterkini.com, Suka Makmue – Konvergensi percepatan penurunan stunting melalui program Siuroe Gampong Sehat (Sigaseh) yang dicanangkan Pemkab Nagan Raya beberapa waktu lalu menunjukkan hasil yang signifikan.

Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP, SSos.,MSi, di Suka Makmue, Rabu (26/7/2023).

Menurutnya, prevalensi masalah gizi, yaitu stunting, underweight dan wasting di Aceh selalu berada diatas angka rata-rata nasional, walaupun terdapat kecenderungan penurunan dari tahun 2022, yaitu 10,4 persen dalam lima tahun terakhir berdasarkan
Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) hingga Desember 2022.

Dikatakan, jika dilihat penyebaran prevalensi stunting berdasarkan kecamatan di Nagan Raya menunjukkan hampir semua kecamatan mempunyai kasus stunting.

“Namun, terdapat dua kecamatan penyumbang tertinggi, yaitu Kecamatan Beutong Ateuh Banggala dan Kecamatan Beutong, masing-masing 35,1 dan 32,5. Dan, jika dibandingkan dengan tahun 2023 juga menujukan penurunan, yaitu 7 persen pada bulan Mei menjadi 6,7 persen pada Bulan Juli,” terangnya.

Ia mengatakan, penurunan stunting di Kabupaten Nagan Raya, tidak lepas dari keterlibatan banyak pihak, antara lain setiap SKPK telah mendapatkan desa pantau yang telah ditetapkan dalam keputusan Bupati Nagan Raya Nomor 440/37/2023 tentang Inovasi Kabupaten Nagan Raya Dalam Rangka Peningkatan Upaya Kesehatan Masyarakat Teritegrasi Berbasis Gampong.

Lanjutnya, setiap bulan Tim SKPK turun langsung ke Posyandu, sehinga dapat menambah montivasi masyarakat untuk datang ke Posyandu. Selain itu, PKK Kabupaten, Forkopimda melalui Babinsa dan Babinkantibmas juga telibat dalam pemantauan Posyandu di desa.

Ditambahkan, dengan tingginya motivasi masyarakat ke Posyandu di desa, maka kasus terdeteksinya stunting segera mendapat intervensi secara spesifik dari tim kesehatan, maupun sensitive berbagai pihak, bahkan jika memerulukan tindakan lebih lanjut, khususnya gizi buruk makan anak akan dirujuk ke rumah sakit Kabupaten dan bahkan ke rumah sakit pusat di Jakarta.

Selain itu, ujar Pj Bupati, dengan kegiatan Sigaseh ini ibu hami yang datang ke Posyandu juga mendapatkan pelayanan maksimal, dan sama halnya jika ditemukan ibu hamil Kurang Energi Kalori (KEK) juga segera diberikan intervesi dan bahkan jika purlu di rujuk ke rumah sakit.

“Selain pengukuran status gizi/stunting juga anak akan diberi Imunisasi, serta pelayan lansia untuk mendeteksi penyakit, dimana saat ini terjadi pergeseran dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular sebagai penyakit yang mematikan di Indonesia, yaitu hipertensi, diabetes dan strok,” tutur Fitriany. (RO)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi

24 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks

23 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi

20 Agustus 2026 - 23:42 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan, Cegah Aktivitas Penambangan Tanpa Izin

20 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030

20 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Trending di Daerah