Menu

Mode Gelap
Terungkap PT Alam Cempaka Wangi Kantongi Rekomendasi dari Pemkab Nagan Raya untuk Keruk Kekayaan Alam di Beutong Ateuh  Pergub Tentang JKA Dicabut, Gubernur Aceh Banjir Dukungan Apresiasi  Pengacara Tempuh Jalur Hukum, Kasus Medsos Hebohkan Aceh Mizwan Apresiasi Pencabutan Pergub JKA oleh Gubernur Aceh Minimalisir Angka Kecelakaan, Polantas Nagan Raya Rutin Giat Hunting Hindari Bencana Isolasi, PUPR Aceh Barat Buka trase Baru 300 Meter

Daerah

Surya Utama, Kolektor Ijazah Kuno Raih Penghargaan dari LEPRID

badge-check


					Surya Utama, Kolektor Ijazah Kuno Raih Penghargaan dari LEPRID Perbesar

Narasiterkini.com, Suka Makmue– Surya Utama seorang kolektor ijazah kuno raih penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID), Senin, (22/07/2024).

Awal mulanya saat akhir Pandemi Covid-19. Karena saya tidak ada kegiatan rumah, terketuk hati saya untuk mengumpulkan benda benda Numismatik,” terang Surya Utama kepada media ini.

Numismatik itu adalah suatu studi atau kegiatan untuk mengumpulkan mata uang, Termasuk Koin, Token, Uang kertas dan benda-benda terkait lainnya.
Benda Sub Bidang Numismatik yang telah saya kumpulkan berkisar sebanyak +-7000 jenis yang berbeda beda Yaitu : Koin Kuno,Token, Medali, Alat barter, Uang Kertas, Mata Uang Kerajaan, Filateli(perangko), Obligasi(Saham), Jenis2 Kartu, Dokumen kuno yang memiliki Segel, Kwitansi, Surat Nikah, PASPORT, KTP, BUKU TABUNGAN, IJAZAH, SIM, BON, KUPON, LOTRE, KARCIS dan Lain Sebagainya.
Salah Satunya Sub Bidang Numismatik yang telah RAIH PENGHARGAAN DARI REKOR LEMBAGA PRESTASI INDONESIA DUNIA ( LEPRID ) adalah KOLEKSI IJAZAH KUNO dikarenakan ada SEGEL di setiap kertas ijazah yang saya kumpulkan, dari zaman Hindia Belanda hingga Masa Orde Lama Lebih 228 lembar.
Ternyata banyak sejarah/Edukasi yang sangat menarik kita pelajari :
1. Kita bisa belajar dari kertas yang dahulunya sangatlah berharga, dikarena adanya SEGEL berupa nilai Mata Uang dimasanya
2. Kita bisa mengetahui Pemakaian Ejaan Bahasa, dimasa Hindia Belanda hingga Orde Lama. Dan pada tulisan Di ijazah yg tertulis seperti, Contoh: Ejaan Van Ophuysen (1901), Ejaan Soewandi (1947), dan Ejaan yang tidak sempat diresmikan oleh pemerintah Indonesia 1. Ejaan Pembaharuan (1957), 2. Ejaan Melindo (1959), dan Ejaan LBK (1966).
3. Kita Bisa Mengetahui Bermacam sekolah Formal dan Non Formal yang sangat Unik, yang merupakan salah satu cikal bakal pendidikan di Indonesia untuk sekarang, yang selalu berobah2 kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman.
4. Kita bisa mengetahui Sekolah-Sekolah Zaman Hindia Belanda,hanya diperuntukkan/diutamakan kepada Anak2 Eropa dan Anak2 Pribumi yang Bangsawan atau Kaya Raya. Yang mana setelah Indonesia merdeka, semua warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan Zaman.
5. Ijazah yang dikumpulkan bisa sebagai bahan Edukasi oleh Pelajar/mahasiswa dan Orang Tua di masa sekarang.

“Kemudian dokumen yang saya dapatkan dibeli dari berbagai daerah yang ada di seluruh Indonesia, melalui komunitas Benda benda Numismatik, Filateli,Uang kuno, Dokumen kuno, Barang Antik, yg ada dimedia sosial ikut bergabung di Facebook, melalui sama2 kolektor komunitas tersebut.
Dan nantinya kalau ada kesempatan serta murah rezeki,saya berniat ingin mendirikan sebuah museum sebagai tempat Wisata Sejarah dan edukasi pendidikan Non Formal yang ada di tempat saya tinggal yaitu kabupaten Nagan Raya,” tambahnya.

“Niat Untuk memajukan pendidikan yg ada di Nagan Raya Aceh. Tunggu momen yang tepat,” tutup Surya Darma. (Ikhsan)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mizwan Apresiasi Pencabutan Pergub JKA oleh Gubernur Aceh

18 Mei 2026 - 15:49 WIB

Hindari Bencana Isolasi, PUPR Aceh Barat Buka trase Baru 300 Meter

17 Mei 2026 - 21:03 WIB

Pasca Banjir Bandang Betong Ateuh Banggala, Akses Pendidikan Masih Memprihatinkan

16 Mei 2026 - 22:07 WIB

Bupati TRK Hadiri Pelepasan JCH Kloter 9 Embarkasi Aceh Tahun 1447 H/2026 M

15 Mei 2026 - 18:00 WIB

Tuha Peut Desa Cot Bayu Basyarudin Akui Tak Terima Gaji Sepersenpun Setelah SK Berakhir

14 Mei 2026 - 11:29 WIB

Trending di Daerah