Narasiterkini.com, Suka Makmue – Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Zulfika, S.H., secara resmi membuka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas imum masjid/meunasah dalam pelaksanaan syariat Islam di Kabupaten Nagan Raya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Nagan Raya tersebut berlangsung di Aula Bintang Hotel Syariah, Simpang Peut, Kecamatan Kuala, pada Senin (20/4/2026).

Dalam sambutannya, Zulfika menyampaikan bahwa peran imum masjid/meunasah sangat strategis dalam kehidupan masyarakat Aceh.
“Masjid dan meunasah bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan akhlak, pendidikan keagamaan, penyelesaian persoalan sosial, serta penguatan nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulfika.
Menurutnya, seiring dengan perkembangan zaman, tantangan yang dihadapi umat semakin kompleks.
“Arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta perubahan sosial menuntut seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemimpin keagamaan di gampong, untuk terus meningkatkan kapasitas, wawasan, dan kemampuan dalam membina masyarakat,” ungkap Zulfika.
“Karena itu, pelatihan ini memiliki makna yang sangat penting dan menjadi sarana peningkatan kompetensi, pemahaman, serta penyamaan persepsi dalam pelaksanaan syariat Islam di tengah masyarakat,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya menaruh perhatian besar terhadap penguatan syariat Islam sebagai bagian dari jati diri daerah.
“Keberhasilan pelaksanaan syariat Islam tidak hanya bergantung pada regulasi dan kebijakan, tetapi sangat ditentukan oleh peran aktif para imum masjid/meunasah sebagai ujung tombak pembinaan umat di tingkat gampong,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Nagan Raya, Anzani, S.Ag., melaporkan bahwa kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas imum masjid/meunasah dilaksanakan selama dua hari.
“Jumlah peserta sebanyak 223 orang yang berasal dari 222 desa, ditambah satu orang Imum Masjid Agung Baitul A’la (Masjid Giok),” rincinya.(*)














