Menu

Mode Gelap
Nagan Raya Raih Juara Pertama Inovasi Alat TTG Aceh 2026, Siap Wakili Aceh ke Tingkat Nasional Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030 Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Kemenkum Aceh, Lewat Ekonomi Kreatif Semarak HUT RI ke-81, Anak Anak Ramaikan Perlombaan di Lapangan Mako Brimob Batalyon C Pelopor Warga Betong Ateuh Bentang Spanduk Dengan Pesan, Beutong Ateuh Belum Pulih Izin Tambang Sudah Datang Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026

Daerah

Soroti Alokasi Dana Rehab-Rekon Rp824 Miliar, Mizwan Nilai Aceh Barat Dianaktirikan

badge-check


					Soroti Alokasi Dana Rehab-Rekon Rp824 Miliar, Mizwan Nilai Aceh Barat Dianaktirikan Perbesar

Narasiterkini.com, Suka Makmue – Kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dalam mengalokasikan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) sebesar Rp824 miliar menuai sorotan. Mantan Komisioner KIP Nagan Raya, Mizwan, S.H., menilai kebijakan tersebut tidak berpihak kepada Kabupaten Aceh Barat yang terdampak bencana. Senin.(20/4/2026).

Menurut Mizwan, Aceh Barat justru menerima porsi anggaran yang sangat minim, padahal daerah tersebut termasuk wilayah terdampak. Ia menilai kondisi itu menunjukkan kegagalan pemerintah dalam membaca realitas di lapangan.

“Ini bukan sekadar salah hitung, ini kegagalan dalam membaca situasi. Ketika daerah yang jelas terdampak bisa disingkirkan tanpa dasar yang jelas, maka TAPA sedang memperlihatkan wajah kebijakan yang cacat logika dan tumpul empati. Anggaran ratusan miliar dibagi seperti tanpa arah, sementara Aceh Barat diperlakukan seperti tidak ada,” kata Mizwan.

Ia juga mengkritik dan menyatakan keprihatinan atas minimnya transparansi dalam proses penentuan alokasi dana. Menurutnya, kebijakan yang lahir dari proses tertutup berpotensi memicu kecurigaan serta kemarahan publik.

“Kalau dasar penentuan tidak dibuka, maka publik berhak curiga. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, ini bentuk pembiaran yang sistematis. Pemerintah tidak boleh bermain-main dengan penderitaan rakyat,” ujarnya.

Mizwan menilai minimnya alokasi TKD tersebut tidak hanya memperlambat pemulihan infrastruktur dan ekonomi di Aceh Barat, tetapi juga memperdalam luka sosial masyarakat yang merasa diabaikan.
Dalam situasi pascabencana, lanjutnya, kehadiran negara seharusnya nyata melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada kebutuhan masyarakat di lapangan, bukan tenggelam dalam angka-angka yang dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Karena itu, ia mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja TAPA, termasuk membuka data, menjelaskan metodologi penentuan alokasi, serta memastikan keberpihakan kebijakan pada fakta lapangan.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar kebijakan anggaran tidak terus menjadi sumber ketidakadilan baru bagi daerah terdampak bencana, khususnya Aceh Barat.(Ro)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030

20 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Kemenkum Aceh, Lewat Ekonomi Kreatif

20 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Warga Betong Ateuh Bentang Spanduk Dengan Pesan, Beutong Ateuh Belum Pulih Izin Tambang Sudah Datang

19 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026

19 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya

18 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Trending di Daerah