Menu

Mode Gelap
Polres Nagan Raya Gelar Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda, Siaga Ancaman Cuaca Ekstrem Soroti Alokasi Dana Rehab-Rekon Rp824 Miliar, Mizwan Nilai Aceh Barat Dianaktirikan Wabup Abdya Zaman Akli Sebut Acara Jalan Santai Terkandung Makna Persatuan BPK Aceh Audit Aset Kendaraan Dinas Pemkab Abdya Panitia Sebut Masyarakat Terlibat Bekerja Acara Bakar Lemang HUT Abdya ke-24 Gubernur Harus Monev Satgas TBS: Jangan Biarkan PKS di Nagan Raya Kebal Hukum Soal Rendah Harga Beli Sawit

Daerah

Soroti Alokasi Dana Rehab-Rekon Rp824 Miliar, Mizwan Nilai Aceh Barat Dianaktirikan

badge-check


					Soroti Alokasi Dana Rehab-Rekon Rp824 Miliar, Mizwan Nilai Aceh Barat Dianaktirikan Perbesar

Narasiterkini.com, Suka Makmue – Kebijakan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dalam mengalokasikan dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) sebesar Rp824 miliar menuai sorotan. Mantan Komisioner KIP Nagan Raya, Mizwan, S.H., menilai kebijakan tersebut tidak berpihak kepada Kabupaten Aceh Barat yang terdampak bencana. Senin.(20/4/2026).

Menurut Mizwan, Aceh Barat justru menerima porsi anggaran yang sangat minim, padahal daerah tersebut termasuk wilayah terdampak. Ia menilai kondisi itu menunjukkan kegagalan pemerintah dalam membaca realitas di lapangan.

“Ini bukan sekadar salah hitung, ini kegagalan dalam membaca situasi. Ketika daerah yang jelas terdampak bisa disingkirkan tanpa dasar yang jelas, maka TAPA sedang memperlihatkan wajah kebijakan yang cacat logika dan tumpul empati. Anggaran ratusan miliar dibagi seperti tanpa arah, sementara Aceh Barat diperlakukan seperti tidak ada,” kata Mizwan.

Ia juga mengkritik dan menyatakan keprihatinan atas minimnya transparansi dalam proses penentuan alokasi dana. Menurutnya, kebijakan yang lahir dari proses tertutup berpotensi memicu kecurigaan serta kemarahan publik.

“Kalau dasar penentuan tidak dibuka, maka publik berhak curiga. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, ini bentuk pembiaran yang sistematis. Pemerintah tidak boleh bermain-main dengan penderitaan rakyat,” ujarnya.

Mizwan menilai minimnya alokasi TKD tersebut tidak hanya memperlambat pemulihan infrastruktur dan ekonomi di Aceh Barat, tetapi juga memperdalam luka sosial masyarakat yang merasa diabaikan.
Dalam situasi pascabencana, lanjutnya, kehadiran negara seharusnya nyata melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada kebutuhan masyarakat di lapangan, bukan tenggelam dalam angka-angka yang dinilai tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Karena itu, ia mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja TAPA, termasuk membuka data, menjelaskan metodologi penentuan alokasi, serta memastikan keberpihakan kebijakan pada fakta lapangan.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar kebijakan anggaran tidak terus menjadi sumber ketidakadilan baru bagi daerah terdampak bencana, khususnya Aceh Barat.(Ro)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Polres Nagan Raya Gelar Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda, Siaga Ancaman Cuaca Ekstrem

20 April 2026 - 13:28 WIB

Wabup Abdya Zaman Akli Sebut Acara Jalan Santai Terkandung Makna Persatuan

19 April 2026 - 17:35 WIB

BPK Aceh Audit Aset Kendaraan Dinas Pemkab Abdya

19 April 2026 - 16:03 WIB

Panitia Sebut Masyarakat Terlibat Bekerja Acara Bakar Lemang HUT Abdya ke-24

18 April 2026 - 18:19 WIB

Nurdianto Desak Baitul Mal Abdya Publis Data Bantuan Rumah Layak Huni 2025, Seperti Apa Kriterianya

17 April 2026 - 12:29 WIB

Trending di Daerah