Menu

Mode Gelap
Nagan Raya Raih Juara Pertama Inovasi Alat TTG Aceh 2026, Siap Wakili Aceh ke Tingkat Nasional Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030 Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Kemenkum Aceh, Lewat Ekonomi Kreatif Semarak HUT RI ke-81, Anak Anak Ramaikan Perlombaan di Lapangan Mako Brimob Batalyon C Pelopor Warga Betong Ateuh Bentang Spanduk Dengan Pesan, Beutong Ateuh Belum Pulih Izin Tambang Sudah Datang Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026

Daerah

Pemkab Nagan Raya Gelar Rakor Pembinaan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Tahap I Tahun 2026

badge-check


					Pemkab Nagan Raya Gelar Rakor Pembinaan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Tahap I Tahun 2026 Perbesar

Narasiterkini.com, Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Tahap I Tingkat Kabupaten Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Sasana Praja, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (22/4/2026).

Rakor yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Gampong, Pengendalian Penduduk dan Perlindungan Perempuan (DPMGP4) tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Nagan Raya, Ny. Cut Inda TR Keumangan.

Dalam sambutannya, Ny. Cut Inda TR Keumangan menegaskan bahwa stunting merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat dan terukur.

“Oleh karena itu, diperlukan penguatan komitmen bersama melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting),” ujar Ny. Cut Inda.

“Gerakan ini bukanlah program biasa, melainkan manifestasi semangat gotong royong lintas sektor antara pemerintah, swasta, individu, hingga akademisi untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa Genting merupakan gerakan mandiri yang bersumber dari kepedulian para mitra atau orang tua asuh, bukan berasal dari APBN maupun APBD.

“Ini adalah bukti nyata bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ny. Cut Inda menyampaikan sejumlah poin penting dalam pelaksanaan Genting. Pertama, fokus intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia 59 bulan.

“Intervensi harus terkonsentrasi sejak masa kehamilan hingga anak berusia di bawah dua tahun agar hasilnya optimal,” jelasnya.

“Kedua, penentuan sasaran yang tepat dengan memprioritaskan keluarga berisiko stunting (KRS), seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi di bawah dua tahun (baduta) usia 0–23 bulan agar mendapatkan pendampingan berkelanjutan,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan poin ketiga, yaitu intervensi nutrisi dan lingkungan, dengan mengutamakan pemberian makanan bergizi.

“Khususnya protein hewani, serta memastikan lingkungan yang sehat, ketersediaan air bersih, sanitasi layak, dan edukasi pengasuhan bagi orang tua,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Ny. Cut Inda meminta seluruh kader, khususnya Tim Pendamping Keluarga (TPK), untuk aktif melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan agar bantuan tepat sasaran.

“Kader juga harus memastikan bantuan nutrisi diterima langsung oleh sasaran serta melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan berat dan tinggi badan anak melalui aplikasi pendukung yang telah disediakan,” katanya.

Ia turut mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan tersebut berjalan lancar serta memberikan dampak nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nagan Raya.

Sementara itu, Kepala DPMGP4 Kabupaten Nagan Raya, Said Mudhar, M.Pd., M.M., menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan Rakor Genting adalah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting.

“Melalui gerakan Genting ini, kami berharap dapat mencegah sekaligus menurunkan angka stunting demi mewujudkan generasi emas Kabupaten Nagan Raya di masa mendatang,” sebut Said Mudhar.

“Mekanisme kerja orang tua asuh akan didampingi oleh tim pendamping keluarga (tpk), kader dashat (dapur sehat atasi stunting), serta tenaga gizi dari puskesmas,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), para camat, Kepala UPTD Puskesmas, Koordinator Balai KB se-Kabupaten Nagan Raya, serta undangan lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Teuku Adian Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Aceh Barat Periode 2026-2030

20 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima Penghargaan dari Kemenkum Aceh, Lewat Ekonomi Kreatif

20 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Warga Betong Ateuh Bentang Spanduk Dengan Pesan, Beutong Ateuh Belum Pulih Izin Tambang Sudah Datang

19 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026

19 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya

18 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Trending di Daerah