Menu

Mode Gelap
Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10  Perkuat Nilai Keagamaan, Pemuda Samatiga Gelar Beut Panteu Keude Perdana di Cot Seumeureung Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri  Terkait Reses ke Simeulue, Berikut Klarifikasi Anggota DPR Aceh Dapil 10 Fraksi Nasdem  Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Salurkan 7.500 Bibit Produktif untuk Ketahanan Pangan Aceh

Daerah

PUPR kembali Patching 189 Titik Ruas Simpang Kisaran Sampai Sawang Teube

badge-check


					PUPR kembali Patching 189 Titik Ruas Simpang Kisaran Sampai Sawang Teube Perbesar

Narasiterkini.com, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali melakukan pemeliharaan infrastruktur jalan dengan melaksanakan pekerjaan patching atau penambalan pada ruas jalan SP Kisran–Sawang Teube. Kegiatan tersebut mencakup 189 titik kerusakan dengan total luas penanganan mencapai 2.497,68 meter persegi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadli Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin guna menjaga kondisi jalan tetap fungsional dan aman dilalui masyarakat.

“Ruas SP Kisran–Sawang Teube merupakan salah satu akses penting bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Karena itu, ketika terdapat kerusakan di sejumlah titik, kita segera lakukan penanganan melalui patching,” ujar Beni Hardi, Selasa (1/5/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan yang ditangani didominasi oleh lubang dan permukaan jalan yang mengalami retak serta aus akibat faktor usia dan tingginya intensitas kendaraan yang melintas. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan tersebut berpotensi meluas dan membahayakan pengguna jalan.

“Total ada 189 titik yang kita tangani dengan luas keseluruhan hampir 2.500 meter persegi. Ini merupakan upaya cepat agar kerusakan tidak semakin parah,” jelasnya.

Menurut Beni, metode patching dipilih karena efektif untuk penanganan kerusakan lokal tanpa harus melakukan rekonstruksi jalan secara menyeluruh. Proses pengerjaan dimulai dari pembersihan area yang rusak, pemotongan bagian yang mengalami kerusakan, kemudian dilakukan pelapisan ulang menggunakan campuran aspal sebelum dipadatkan.

Pihaknya memastikan bahwa seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis agar hasil perbaikan memiliki daya tahan yang baik. Tim teknis juga diturunkan langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.

“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas. Pengawasan terus dilakukan agar hasil patching ini dapat bertahan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, PUPR Aceh Barat juga memperhatikan aspek keselamatan dengan memasang rambu-rambu peringatan di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas serta meminimalisir risiko kecelakaan selama proses perbaikan berlangsung.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi pekerjaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Lebih lanjut, Beni menyampaikan bahwa kegiatan pemeliharaan jalan seperti ini akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai ruas jalan lain di wilayah Aceh Barat yang mengalami kerusakan.

“Pemeliharaan jalan menjadi prioritas kami karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat. Kami akan terus melakukan penanganan di titik-titik lain sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kondisi jalan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat mempercepat kerusakan, seperti penggunaan kendaraan dengan muatan berlebih.

“Kesadaran bersama sangat dibutuhkan dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan aman,” katanya.

Dengan dilaksanakannya patching di ruas jalan SP Kisran–Sawang Teube ini, diharapkan kondisi jalan kembali membaik dan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri 

18 Juni 2026 - 19:14 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Salurkan 7.500 Bibit Produktif untuk Ketahanan Pangan Aceh

17 Juni 2026 - 01:17 WIB

Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi, Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat

15 Juni 2026 - 22:32 WIB

Danyon C Pelopor Dampingi Kapolda Aceh Tinjau Sirkuit Grass Track dan Masjid Giok Nagan Raya

12 Juni 2026 - 20:16 WIB

Trending di Daerah