Narasiterkini.com, Jakarta— Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli, menegaskan pentingnya peran mahasiswa hukum dalam menjaga demokrasi, konstitusi, dan masa depan penegakan hukum di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Firman saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dan Pelantikan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) di Gedung Kementerian Hukum RI, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam pidatonya, Firman menilai mahasiswa hukum tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, generasi muda hukum harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu menjaga stabilitas demokrasi serta mengawal konstitusi negara secara objektif dan berintegritas.
“Mahasiswa hukum harus mampu menjawab tantangan zaman. Negara hukum bukan hanya soal menegakkan aturan, tetapi bagaimana menghadirkan keadilan dan menjaga check and balance dalam kehidupan bernegara,” ujar Firman Jaya Daeli.
Ia menegaskan bahwa supremasi hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Seluruh institusi negara, pejabat publik, dan aparat pemerintahan harus tunduk terhadap hukum serta konstitusi.
“Siapapun pemimpinnya, seluruh pejabat negara dan institusi pemerintahan harus tunduk pada hukum dan konstitusi. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.
Firman juga menyoroti tantangan global dan geopolitik yang dinilai berdampak terhadap stabilitas nasional, termasuk perkembangan demokrasi, ekonomi, hingga ketahanan hukum Indonesia di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis.
Menurutnya, organisasi mahasiswa seperti PERMAHI memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi pemimpin hukum masa depan yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.
“Mahasiswa hukum harus menjadi penyambung suara rakyat, menjaga demokrasi, dan memastikan hukum benar-benar menjadi alat keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Ia pun mengapresiasi langkah DPN PERMAHI yang mulai membangun konsolidasi nasional mahasiswa hukum serta mendorong lahirnya pusat-pusat kajian strategis hukum di Indonesia.
Firman berharap PERMAHI dapat terus menjadi organisasi yang progresif, kritis, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan hukum nasional di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.(Ro)














