Menu

Mode Gelap
Kisah Pilu Bayi Penderita Jantung Bocor di Nagan Raya, Harapkan Bantuan Para Dermawan dan Pemerintah Isu “Perampok Anggaran” JKA Menggema, PERMAHI Aceh Desak Audit Forensik Segera Ngopi Berjuta Solusi, Kapolres Nagan Raya Ajak Influencer Ngopi di MJD Kupi untuk Perkuat Sinergi Informasi Positif   Kapolres Aceh Tamiang Ajak Buruh Jaga Keamanan dan Sampaikan Aspirasi Tidak Anarkis Didampingi Waka dan Ketua Bhayangkari, Kapolda Aceh Ikut Serta Musnahkan Ladang Ganja Siap Panen di Aceh Besar Grand Opening, Bupati TRK Ikut Peusijuk MJD Kupi Nagan Raya 

Peristiwa

Abrasi Pantai di Abdya Semakin Meresahkan, Warga Berharap Pemerintah Lebih Serius

badge-check


					Abrasi Pantai di Abdya Semakin Meresahkan, Warga Berharap Pemerintah Lebih Serius Perbesar

 

Narasiterkini.com, Blangpidie – Kondisi pemukiman warga desa Kedai Palak Kerambil Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang berada di pinggir pantai semakin memprihatinkan, pasalnya ombak besar memecahkan bibir pantai mengancam keberadaan rumah penduduk, hal tersebut menjadi tradisi tahunan ketika musim bulan purnama.

Kali ini, kondisi tersebut kembali dialami warga desa Kedai Palak Kerambil, Susoh. Abrasi yang kian hari menghantui warga sekitar ini seolah tanpa solusi. Terlihat dilokasi, sejumlah rumah warga telah hancur, tangggul pengaman dengan panjang lebih kurang sepuluh meter pun tampak ambruk akibat hantaman ombak.

Hal tersebut terpantau saat narasiterkini.com menelusuri lokasi, Sabtu (9/5/2020).

Kepada pemerintah kabupaten Aceh Barat Daya dan juga kepada pemerintah provinsi Aceh melalui instansi terkait, warga desa Kedai Palak Kerambil meminta agar bisa memberikan perhatian yang serius terhadap kondisi yang dialami warga disana.

“Kami berharap Pemerintah Aceh segera membangun break water dan menjadi prioritas, begitu juga kepada pemerintah Abdya agar bisa memprioritaskan juga usulan pembangunan break water pemecah ombak di Gampong Kedai Palak Kerambil seperti halnya pemerintah memprioritaskan usulan kegiatan yang lain”, harapnya.

Menurut Ridwan Syahputra, ketika ditemui dilokasi mengatakan abrasi bibir pantai desa Kedai Palak Kerambil sudah amat sering terjadi, malah menurutnya kejadian tersebut hampir setiap bulan hingga menjadi hal terbiasa bagi warga sekitar.

“Abrasi mulai merusak fasilitas umum, seperti saluran pembuang sekaligus penahan abrasi sudah mulai berjatuhan, jalan rabat beton sudah mulai patah, kini rumah-rumah masyarakat di deretan ke 2 berjarak dengan pantai tinggal 5 meter”, ungkap Ridwan.

Pantauan Ridwan sejak beberapa tahun terakhir, abrasi pantai desa Kedai Palak Kerambil semakin parah paska dibangun nya break water pemecah ombak di mulut muara Kuala Cangkul dan break water PPI Ujong Serangga, Susoh.

“Abrasi ini terjadi di akibatkan pembangunan break water di muara Kuala Cangkul dan di tambah lagi break water yg ada di PPI Ujung Serangga, sehingga ombak besar langsung ke arah rumah warga karena tidak ada pelindung”, sebutnya.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh muda desa Kedai Palak Kerambil Rizalul Akmal, bahwa menurut nya pinggir pantai yang kini tersisa beberapa meter itu sebelumnya mencapai 150 meter jarak dari permukiman warga, namun akibat terus menerus di gerus ombak, permukiman warga semakin sempit.

“Bahwasanya pinggir pantai yang sekarang terdampak abrasi dan sebelum terjadi nya Abrasi dulu itu berjarak +- 150 Meter, kalau tidak percaya bisa jumpai saya, biar saya tunjukkan bukti otentik melalui Foto dan Video antara 2015 -2006. Jelas nantik disitu perbedaannya nya”, dikatakan Akmal penuh yakin. (Taufik)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mobil Diduga Milik Perusahaan ZTE Terperosok ke Sawah di Abdya

29 April 2026 - 10:22 WIB

Rumah Warga di Perumahan Alue Kambuk Nagan Raya Dibobol, Uang Ratusan Juta Ikut Raib

26 April 2026 - 12:23 WIB

Lagi Asik Pacaran Dalam Mobil Depan Kantor Bupati Aceh Barat, Sepasang Remaja Diamankan Satpol-PP

14 April 2026 - 19:00 WIB

BPBK Abdya Hentikan Pencarian Warga Hilang, Hasilnya Tak Ditemukan

14 April 2026 - 18:32 WIB

Plt Kalak BPBK Abdya Dituding Lemah Koordinasi, Pencarian Orang Hilang Jadi Terhambat

12 April 2026 - 12:17 WIB

Trending di Daerah