Menu

Mode Gelap
Masyarakat Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Segala Jenis Tambang Legal di Beutong Ateuh  Menuntut Kepastian Bantuan Banjir 2025, Pemuda Desak Bupati Turun Tangan Selesaikan Konflik Kuta Trieng-Lamie Breaking news: Korban Banjir Tuntut Janji Pemerintah, Arus Lalin di Dua Jalur Sempat Terganggu  Bupati TRK Lepas 170 Jamaah Calon Haji Nagan Raya, Dirangkai Prosesi Peusijuek di Masjid Giok Muscab V PPP Nagan Raya Digelar, Perkuat Konsolidasi dan Siapkan Kepengurusan Baru Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan

Daerah

SMUR Aceh Barat Lakukan Aksi Solidaritas Peduli Wadas, Ini Tuntutannya

badge-check


					Foto/Gus: Massa aksi SMUR di depan Kantor DPRK Aceh Barat, Sabtu (13/2/2022) Perbesar

Foto/Gus: Massa aksi SMUR di depan Kantor DPRK Aceh Barat, Sabtu (13/2/2022)

Narasiterikini.com, Meulaboh – Puluhan peserta aksi yang mengatasnamakan kelompoknya Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat melakukan aksi solidaritas ‘Aceh Peduli Wadas’. Aksi tersebut dilakukan di depan Kantor DPRK Aceh Barat pada, Sabtu (12/2/2022).

 

Berdasarkan pantauan media di lokasi, terlihat peserta aksi di kawal oleh aparat kepolisian Aceh Barat dalam hal pengamanan massa aksi yang tengah melakukan aksi solidaritas tersebut.

 

Sandi Mulyadi selaku Koordinator Aksi mengatakan, aksi solidaritas itu dilakukan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dan masyarakat Aceh, khususnya Aceh Barat, sebutnya kepada Narasiterkini.com, Sabtu (12/2/2022).

 

Lanjutnya ia mengatakan, Sehubungan dengan terjadinya peristiwa kericuhan yang terjadi dalam pengukuran lahan warga untuk pembangunan baru andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada hari Selasa, (8/2/2022) lalu, menimbulkan teror dan kriminalisasi yang dilakukan Aparat Kepolisian terhadap Warga Desa Wadas sehingga menimbulkan rasa takut dan trauma yang mendalam dibenak Warga Wadas.

 

Sehingga tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk pemaksaan untuk mengugurkan perjuangan yang hingga saat ini yang dilakukan oleh Warga Wadas demi menjaga kelestarian hidup Warga Wadas, maka dari itu Komite Pimpinan Wilayah Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (KPW SMUR) Aceh Barat mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian kepada Warga termasuk pendamping Hukum Warga Wadas yang menolak desanya dijadikan lokasi penambangan quarry, Jelasnya dalam Pers Realase.

 

Dalam penyampaian Korlap menyebutkan beberapa isi tuntutan atas nama hak hidup dengan aman tanpa kekerasan, oleh SMUR Aceh Barat menuntut Ganjar Pranowo dan Kapolda Jawa Tengah untuk,

1. Hentikan rencana pengembangan Quarry di Desa Wadas,

2. Tarik Aparat Kepolisian dari Desa Wadas,

3. Hentikan kriminalisasi dan intimidasi aparat terhadap Warga Wadas,

4. Usut tuntas aparat Kepolisian di Desa Wadas.

Semoga tuntutan ini dapat di indahkan,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menuntut Kepastian Bantuan Banjir 2025, Pemuda Desak Bupati Turun Tangan Selesaikan Konflik Kuta Trieng-Lamie

12 Mei 2026 - 13:09 WIB

Breaking news: Korban Banjir Tuntut Janji Pemerintah, Arus Lalin di Dua Jalur Sempat Terganggu 

11 Mei 2026 - 17:09 WIB

Bupati TRK Lepas 170 Jamaah Calon Haji Nagan Raya, Dirangkai Prosesi Peusijuek di Masjid Giok

11 Mei 2026 - 15:46 WIB

Warga Geram, Lapor Keuchik Cot Bayu Terkait Pengelolaan Dana Desa Diduga Tidak Transparan

10 Mei 2026 - 15:15 WIB

Pemkab Nagan Raya Bersama Bank Aceh Cabang Jeuram Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Dana Desa

10 Mei 2026 - 11:14 WIB

Trending di Daerah