Menu

Mode Gelap
Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 Senyum Bahagia Anak Disabilitas, Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya Lukman Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Pemuda Pancasila Seunagan Periode 2026–2029 Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP  Yayasan Putroe Aceh Nanggroe Raya serahkan 73 SK Guru dan Tenaga Kependidikan  ‎

Hukum

Debu Batubara Meresehkan Warga, Ketua DPM UTU: Perusahaan Jangan Jadi Penyiksa Masyarakat!

badge-check


					Foto/Ist: Gus Mariadi, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Teuku Umar Perbesar

Foto/Ist: Gus Mariadi, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Teuku Umar

Narasiterkini.com, Meulaboh – Banyaknya beredar informasi di media sosial terkait debu Batubara yang sudah merambat ke permukiman dan masuk kedalam rumah-rumah warga tepatnya di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureboh, Aceh Barat. Hal itu mendapat respon dari ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (DPM UTU), Kamis (24/3/2022).

 

 

“Akibat dampak debu dari aktivitas perusahaan pertambangan Batubara di Kawasan Desa Peunaga Cot Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat itu dianggap sudah sangat meresahkan warga sekitar, apalagi informasi yang beredar di media sosial suda sangat banyak. Hal ini yang menyebabkan saya juga ikut risau sama perilaku perusahaan,” jelas Gus Mariadi selaku Ketua DPM UTU ke media, Kamis (24/3/2024).

 

Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap perusahaan yang tidak koperatif terhadap kenyamanan dan ketentraman serta kesehatan warga sekitar.

 

“Sagat disayangkan dan dikecewakan hal itu, seharusnya dimana perusahaan memiliki tanggung jawab serta peran aktif dalam memberdayakan individu, kelompok atau komunitas masyarakat. Namun malah sebaliknya hanya membuat keresahan,” ucap Agent Of change itu dengan tegas.

 

“Berdasarkan berita yang di muat di salah satu media online di Aceh Barat, bahkan suda salah satu warga Peunaga Cut Ujong yang masih anak-anak mengalami sesak nafas yang diduga besar akibat debu Batubara,” tambahnya.

 

Pada akhir penyampaian ia menyampaikan kepada perusahaan agar dapat bertanggung jawab atas keluhan-keluhan masyarakat yang terdampak debu Batubara dari aktivitas pertambangan yang melebihi stockpile, tidak melanggar aturan dalam pertambangan serta tidak tutup mata terhadap keluhan masyarakat.

 

“Perlu saya tegaskan perusahaan jangan jadi penyiksa masyarakat, saya meminta perusahaan agar dapat bertanggung jawab atas keluhan-keluhan masyarakat yang terdampak debu Batubara dari aktivitas pertambangan yang melebihi stockpile, tidak melanggar aturan dalam pertambangan serta tidak tutup mata terhadap keluhan masyarakat. Jika tida di respon dan tidak dilanjuti juga, ini akan berdampak lebih besar lagi kedepannya,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Akademisi UIN Lhokseumawe Dukung Kortas Tipikor Polri: Perkuat Pemberantasan Korupsi

14 Juli 2026 - 17:59 WIB

Pasien Gagal Ginjal Kronik Tinggi di Nagan, Beruntung Kini Bisa Cuci Darah di RSUD Sultan Iskandar Muda 

9 Juli 2026 - 22:43 WIB

Diduga Bantu Pelangsir Solar Subsidi, Dua Operator SPBU di Darul Makmur Ditetapkan Sebagai Tersangka

8 Juli 2026 - 15:50 WIB

Tak ada Pemilik, Polisi Temukan 2.000 Liter Diduga BBM Bio Solar Bersubsidi di Gunong Nagan 

3 Juli 2026 - 14:28 WIB

Sistem Penjualan Tiket Lambat, DEMA STIS Al-aziziyah Sabang Desak PT ASDP Segera Evaluasi Menyeluruh 

27 Juni 2026 - 15:08 WIB

Trending di Opini