Menu

Mode Gelap
Mulai Bulan ini RS Cahaya Husada Nagan Raya Sudah Dapat Layani Pasien BPJS Kesehatan Hari Kebebasan Pers Sedunia, PWI Nagan Raya Ajak Jurnalis Jaga Integritas dan Profesionalisme Momen Pelepasan Mahasiswa KPM STIS Al-Aziziyah Sabang Tahun 2026, Ketua Sampaikan Petuah Kisah Pilu Bayi Penderita Jantung Bocor di Nagan Raya, Harapkan Bantuan Para Dermawan dan Pemerintah Isu “Perampok Anggaran” JKA Menggema, PERMAHI Aceh Desak Audit Forensik Segera Ngopi Berjuta Solusi, Kapolres Nagan Raya Ajak Influencer Ngopi di MJD Kupi untuk Perkuat Sinergi Informasi Positif  

Hukum

Debu Batubara Meresehkan Warga, Ketua DPM UTU: Perusahaan Jangan Jadi Penyiksa Masyarakat!

badge-check


					Foto/Ist: Gus Mariadi, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Teuku Umar Perbesar

Foto/Ist: Gus Mariadi, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Teuku Umar

Narasiterkini.com, Meulaboh – Banyaknya beredar informasi di media sosial terkait debu Batubara yang sudah merambat ke permukiman dan masuk kedalam rumah-rumah warga tepatnya di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureboh, Aceh Barat. Hal itu mendapat respon dari ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Teuku Umar (DPM UTU), Kamis (24/3/2022).

 

 

“Akibat dampak debu dari aktivitas perusahaan pertambangan Batubara di Kawasan Desa Peunaga Cot Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat itu dianggap sudah sangat meresahkan warga sekitar, apalagi informasi yang beredar di media sosial suda sangat banyak. Hal ini yang menyebabkan saya juga ikut risau sama perilaku perusahaan,” jelas Gus Mariadi selaku Ketua DPM UTU ke media, Kamis (24/3/2024).

 

Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap perusahaan yang tidak koperatif terhadap kenyamanan dan ketentraman serta kesehatan warga sekitar.

 

“Sagat disayangkan dan dikecewakan hal itu, seharusnya dimana perusahaan memiliki tanggung jawab serta peran aktif dalam memberdayakan individu, kelompok atau komunitas masyarakat. Namun malah sebaliknya hanya membuat keresahan,” ucap Agent Of change itu dengan tegas.

 

“Berdasarkan berita yang di muat di salah satu media online di Aceh Barat, bahkan suda salah satu warga Peunaga Cut Ujong yang masih anak-anak mengalami sesak nafas yang diduga besar akibat debu Batubara,” tambahnya.

 

Pada akhir penyampaian ia menyampaikan kepada perusahaan agar dapat bertanggung jawab atas keluhan-keluhan masyarakat yang terdampak debu Batubara dari aktivitas pertambangan yang melebihi stockpile, tidak melanggar aturan dalam pertambangan serta tidak tutup mata terhadap keluhan masyarakat.

 

“Perlu saya tegaskan perusahaan jangan jadi penyiksa masyarakat, saya meminta perusahaan agar dapat bertanggung jawab atas keluhan-keluhan masyarakat yang terdampak debu Batubara dari aktivitas pertambangan yang melebihi stockpile, tidak melanggar aturan dalam pertambangan serta tidak tutup mata terhadap keluhan masyarakat. Jika tida di respon dan tidak dilanjuti juga, ini akan berdampak lebih besar lagi kedepannya,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mulai Bulan ini RS Cahaya Husada Nagan Raya Sudah Dapat Layani Pasien BPJS Kesehatan

4 Mei 2026 - 10:32 WIB

Isu “Perampok Anggaran” JKA Menggema, PERMAHI Aceh Desak Audit Forensik Segera

30 April 2026 - 21:14 WIB

Sosok Abdurrahman Pejuang Lahirnya Abdya, Namun Terlupakan

28 April 2026 - 08:15 WIB

SMP Unit Blangpidie Larang Siswa Bawa Sepmor ke Sekolah

23 April 2026 - 00:13 WIB

Gedung Baru RSUD SIM Nagan Raya Aktif Kini Mampu Atasi Kebutuhan Kamar Pasien 

22 April 2026 - 13:38 WIB

Trending di Kesehatan