Menu

Mode Gelap
Putri Kadisparpora Nagan Raya Ukir Prestasi, Raih Emas O2SN Aceh 2026 Presiden Mahasiswa STAIN TDM: Kedepankan Dialog, Jangan Sampai Kritik Publik Diduga Dibalas dengan Gugatan dan Laporan Pidana ‎ Ketua DPM FISIP UTU Soroti Gugatan PT SCY terhadap Masyarakat dan Aktivis: Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam Asisten II Buka Evaluasi Qanun, Pemkab Nagan Raya Dorong Regulasi Berkeadilan dan Berperspektif HAM Tim PKM STIKes Medika Seramoe Barat Laksanakan Pendampingan Psikososial Berbasis Permainan bagi Anak Pascabencana  Bupati TRK Terima Kunjungan Tim Peneliti Tohoku University Jepang

Opini

Waka DPP SiGAP Aceh: Mantan Napi Sulit memiliki tempat di Hati Rakyat

badge-check


					Waka DPP SiGAP Aceh: Mantan Napi Sulit memiliki tempat di Hati Rakyat Perbesar

 

Narasiterkini.com, Banda Aceh – Wakil Ketua DPP SiGAP Aceh, Lismijar, MA menyatakan bahwa pada pilkada mendatang, pihaknya sangat berkeyakinan masyarakat Aceh tidak akan memilih dan memberikan dukungan pada calon pemimpin yang backgroundnya “mantan narapidana” ujar Lismijar (Rabu/27/10/2020).

Lismijar mengatakan, walau secara hukum positif tidak ada larangan bahwa mantan narapidana maju di pilkada. Namun hal ini menjadi dilematis ketika sudah bicara soal moral seorang pemimpin yang akan menahkodai kehidupan masyarakat.

Menjadi dilematis ketika masyarakat mencari pemimpin atau leader, kacamata masyarakat tentu tidak lagi terfokus pada upaya mencari seorang calon pemimpin yang hanya sah secara aturan hukum positif semata, tetapi yang paling utama adalah moral, integritas. “Aturannya dia tidak punya cacat moral, dia tidak cacat integritas, nah itu paling utama,” cetus Lismijar.

Lismijar menjelaskan, jika mencari seorang manajer untuk memimpin sebuah manajemen tidak masalah mantan napi korupsi. Namun seorang pemimpin bangsa, rakyat tidak cukup hanya melihat dari aturan baku, tapi harus menjunjung tinggi moral dan integritas. Apalagi provinsi Aceh yang menerapkan syariat Islam, tentu sangat sulit bagi masyarakat Aceh memberikan kepercayaan pada calon pemimpin yang sudah pernah melakukan kejahatan pidana. Kata Lismijar

Lismijar menambahkan, di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini, tentu masyarakat Aceh sudah sangat cerdas dalam memilih calon kepala daerah. Karena itu, Lismijar sangat yakin masyarakat tidak akan memilih andaipun mantan napi korupsi mencalonkan diri menjadi kepala daerah di provinsi Aceh.

Sebagai masyarakat yang cinta akan syariat Islam, tentu rakyat Aceh saat ini sangat berharap akan hadirnya pemimpin yang punya integritas, bersih dari kasus-kasus korupsi dan mampu menjadi imam yang baik dalam memimpin rakyat Aceh menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Pemimpin yang seperti itulah menurut Lismijar yang akan mendapat simpati rakyat Aceh pada pilkada Aceh mendatang. (Rils/*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sistem Penjualan Tiket Lambat, DEMA STIS Al-aziziyah Sabang Desak PT ASDP Segera Evaluasi Menyeluruh 

27 Juni 2026 - 15:08 WIB

Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10 

19 Juni 2026 - 07:16 WIB

Terkait Reses ke Simeulue, Berikut Klarifikasi Anggota DPR Aceh Dapil 10 Fraksi Nasdem 

17 Juni 2026 - 17:59 WIB

Abeh Ubee Abeh, Kepengurusan Baru PAN Target Masuk Tiga Besar di Parlemen Nagan Raya 

15 Juni 2026 - 12:51 WIB

Alhamdulillah….Ceo MJD Group Resmi Dilantik Jadi Bendahara Umum DPD PAN Aceh Barat

13 Juni 2026 - 18:08 WIB

Trending di Politik