Menu

Mode Gelap
Semarak HUT Ke-24 Nagan Raya, Jalan Sehat Meriah dengan Hadiah Umrah dan Sepeda Motor Personel Brimob Batalyon C Pelopor Turut Semarakkan HUT ke-24 Nagan Raya, Meriah Jalan Santai Bersama Masyarakat Pemkab Aceh Barat Bersihkan Sampah di Pantai Pasar Baru Meulaboh Sinergi Cegah Karhutla, Langkah Nyata PT Surya Panen Subur dalam Tanggap Darurat Edukasi Hijau  HUT Ke-24 Nagan Raya Digelar 19–21 Juli, Bupati TRK Ajak Masyarakat Ramaikan Pesta Rakyat Tumbuh Kembangkan Olahraga, Disparpora Nagan Raya Kerjasama dengan Yayasan Inspire Indonesia

Nasional

Tugu di Masjid Lueng Baro Saksi Bisu Presiden Soeharto Pernah ke Nagan Raya

badge-check


					Tugu di Masjid Lueng Baro Saksi Bisu Presiden Soeharto Pernah ke Nagan Raya Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue- Sejarah mencatat tepatnya pada hari
Rabu, 26 Maret 1986 Presiden Soeharto didampingi lbu Negara Tien Soeharto menghadiri upacara Panen Raya Operasi Khusus Gelora Petani “Makmue Nanggroe” di Desa Lueng Baro, Kecamatan Seunagan, Aceh Barat (Saat ini Desa Lueng Baro Kecamatan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya, Aceh).

Informasi dari warga setempat, saat presiden Soeharto berkunjung disambut suka cita oleh masyarakat. Saat awak media ini melihat langsung tugu tersebut sepertinya butuh pemugaran agar tak hilang termakan oleh usia.

Dikutip di laman Soeharto.co dalam kunjungan sehari itu, Presiden Soeharto bersama rombongan yang tiba pagi di lapangan terbang Cut Nyak Dhien disambut secara adat yang meriah oleh para pejabat setempat dan massa dari rakyat dengan tarian Peusijuk (tepung tawar). Dalam upacara di Desa Lueng Baro itu, selain menyaksikan panen raya, Kepala Negara juga berdialog langsung dengan para petani, anggota koperasi, pengrajin, anggota PKK dan para transmigran setempat.

“Harapan kita terhadap Operasi Khusus Makmue Nanggroe ini ternyata memang tidak sia-sia. Dalam waktu yang relatif singkat dan dengan bantuan dari dana Kepresidenan yang tidak terlalu besar, para petani di daerah ini telah berhasil meningkatkan kemakmurannya,” demikian ungkap Presiden bangga. misalnya terlihat pada penambahan luas areal tanaman padi dan palawija, berhasilnya pembibitan pohon coklat dan berhasilnya intensifikasi kolam-kolam ikan air tawar.

Untuk meningkatkan produksi pertanian di daerah Aceh, pada kesempatan itu Presiden Soeharto telah memberikan beberapa petunjuk Pertama, usahakan terus agar Satuan Pembina/Pelaksana Bimas menjalankan fungsi sebaik mungkin; yaitu mulai dari gubernur, bupati, camat, dan kepala desa sebagai unsur penggerak utama dalam Sistem Bimbingan Massal. Kedua, agar semua unsur dalam Sistem Bimas bekerja dengan segiat-giatnya dan terpadu satu dengan yang lainnya.

Ketiga, agar para Kontak Tani yang merupakan pasangan kerja Penyuluh Pertanian dapat bekerja bersama secara erat dan bahu membahu dalam meningkatkan produksi maupun dalam mengembangkan pemasarannya melalui koperasi unit desa (KUD). Keempat, para petani yang telah bersatu dalam Kelompok Tani hendaknya terus berusaha untuk meningkatkan keterampilan dan persatuan, sehingga menjadi Kelompok Tani yang benar-benar tangguh dan tahan uji. Kelima, para pemimpin di pedesaan, terntama sekali para alim ulama dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, dapat membantu menyukseskan “Makmue Nanggroe” dengan tema Gerakan Makmue Beusama, Geuma Beusama. (*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aksi Tuntutan Berlanjut ke Polda Aceh, Korban Minta Usut Aksi Tandingan Siapa Dalangnya

4 Juli 2026 - 15:51 WIB

Aksi Tandingan Menimbulkan Tanda Tanya Publik, Ada Apa Dengan Aparat Penegak Hukum di Aceh Barat?

2 Juli 2026 - 23:58 WIB

Puluhan Warga Tuntut Keadilan, Aksi Unjuk Rasa Depan Kantor Polres Aceh Barat, Sampai Bawa Poster Copot Kasat Reskrim

1 Juli 2026 - 00:22 WIB

Bupati TRK Hadiri Pelantikan Rektor Baru UTU, Dorong Penguatan Kolaborasi Pendidikan dan Pembangunan

30 Juni 2026 - 20:13 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Trending di Daerah