Menu

Mode Gelap
Inspektorat Nagan Raya Bersama BPKP Aceh Gelar Bimtek Penguatan Penyelenggaraan Maturitas SPIP Terintegrasi Perputaran Uang Capai Rp9,2 Miliar di Acara Bhayangkara Fest 2026 Polda Aceh, Tercatat 85 Ribu Lebih Pengunjung Hadir Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T STIMI Meulaboh Lepas KKN-KPM, Camat Kaway XVI: Kehadiran Mahasiswa Harus Memberikan Manfaat Nyata  Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10  Perkuat Nilai Keagamaan, Pemuda Samatiga Gelar Beut Panteu Keude Perdana di Cot Seumeureung

Opini

Pelayan Buruk Bank Syariah di Aceh, Siti Maisyarah: BSI Harus Mampu Akomodir Kebutuhan Masyarakat

badge-check


					Pelayan Buruk Bank Syariah di Aceh, Siti Maisyarah: BSI Harus Mampu Akomodir Kebutuhan Masyarakat Perbesar

 

 

Narasiterkini.com, Aceh Timur – Gemelut Bank Syariah yang terjadi di Aceh kian menjadi-menjadi, apalagi 6 Bank yang akan bersatu di bawah naungan BSI (Bank Syariah Indonesia), pun demikian usianya yang masih seumur jagung yaitu masih 3 bulan, bak usia bayi yang belum bisa merangkak, Rabu (5/5/2021)

 

Siti Maisyarah, SE, ME Dosen muda yang juga alumni Pascasarjana UIN SU Medan prodi Ekonomi Syariah mengungkapkan, “BSI harus memperkuat pondasi sebelum disahkan, agar tidak terjadi masalah seperti saat ini yang dapat merugikan banyak pihak terutama pelaku bisnis yang harus keluar Aceh hanya untuk transaksi di bank konvensional. Memang tidak masalah jika bank syariah mampu mengakomodir segala kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi, tapi nyatanya sekarang adalah banyaknya kerugian yang diakibatkan atas kebijakan ini”, tegas Asisten Manager CV Sinar Jaya Medan ini.

 

Lanjutnya, “Bukan hanya permasalahan materi yang timbul akibat terhambat/tertangguhnya pembayaran, juga kerugian waktu karena tidak mungkin harus menunggu jaringan yang bermasalah. Jika memang belum mampu, jangan berani ambil keputusan karena akan banyak terjadi kemudaratan, dan jika memang ‘syariah’ ya harus benar-benar syariah,bukan bank syariah yang masih bernaung dibawah bank sentral konvensional, ya harusnya kita punya bank sentral syariah agar jelas terpisah hukum ribawi,” ujar wisudawati Cumlaude termuda di PPS UINSU Medan 2019

 

Selanjutnya, Sarah sapaan akrab Siti Maisyarah pun menambahkan, memang sulit jika bank sentral syariah terbentuk karena kita belum mempunyai kapabality yang cukup, marger bank konven ke syariah saja membutuhkan waktu untuk mengatasi permasalahan, apalagi alih-alih ingin punya bank sentral syariah, untuk hal ini dibutuhkan dana yang tidak sedikit dan benar-benar menjalankan prinsip syariah”, tutup Penulis Buku ‘Nilai Tukar, Volume, dan Bea Keluar Pada Ekspor Pinang’. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10 

19 Juni 2026 - 07:16 WIB

TRK: Saya Ingin Realisasikan Janji Nagan Bagaikan Brunai, Jika Kehadiran Investasi Ditolak Maka Bukan Saya Ingkar Janji 

10 Juni 2026 - 16:12 WIB

Dianggap Suara Masyarakat Beutong Ateuh Diabaikan, Mahasiswa Minta Dibuka Forum Dengar Pendapat 

4 Juni 2026 - 13:52 WIB

Anggota DPRK Ini Optimis dengan Bupati TRK, Investasi Rp200 Triliun Jadi Kabar Baik Salah Satunya Tekan Angka Pengangguran

28 Mei 2026 - 09:29 WIB

Belum Pulih dari Bencana, Pemerintah Harus Transparan Terkait Izin Eksplorasi Tambang di Beutong Ateuh 

21 Mei 2026 - 09:48 WIB

Trending di Opini