Menu

Mode Gelap
14 Putra-putri Nagan Raya Menimba Ilmu ke Mesir dan Maroko Kurdi Resmi Jadi Sekda Definitif Aceh Barat, Bupati Tarmizi Tekankan Penguatan Birokrasi Narasi Provokatif Catut Nama Pamen Polda Aceh AKBP Zainuddin Dipastikan Hoaks UNISAI Wisuda 1001 Lulusan, Rektor: Baik Saja Belum Cukup, Kita Harus Berupaya Meraih Unggul PTM Nagan Muda Turunkan 8 Atlet di Turnamen Silapong 5 Antar Divisi 2026 Banda Aceh Kemenag Nagan Raya Raih Tiga Trofi, Soroti Sportivitas di Laga Voli Antarinstansi

Ekonomi

Potensial di Tanah Nagan Raya, Bappeda Inisiasi Rakor dengan Petani Nilam

badge-check


					Potensial di Tanah Nagan Raya, Bappeda Inisiasi Rakor dengan Petani Nilam Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue – Guna meningkatkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menggelar rapat koordinasi (Rakor) Percepatan Pengembangan Nilam, yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten setempat. Selasa (22/11/2022).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas AP. S.Sos.,M.Si.

Dalam sambutannya PJ Bupati Nagan Raya, Fitriany menjelaskan Kabupaten Nagan Raya memiliki perkebunan yang sangat luas dimana luas lahan perkebunan rakyat mencapai lebih kurang 123.475,21 HA. Sehingga memerlukan pengelolaan yang baik dalam usaha meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Nilam merupakan salah-satu komoditi perkebunan yang sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Nagan Raya dengan pola pengelolaan terpadu UMKM,” ujar Fitriany.

Pj Bupati menambahkan, dari hasil survey sementara lahan Nilam yang potensial dikembangkan di Kabupaten Nagan Raya lebih kurang 1000 HA, dengan prioritas pengembangannya adalah Kecamatan Beutong Ateuh, Beutong, Suka Makmue, Tripa makmur dan Darul Makmur.

“Kita berusaha agar Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk menjadikan Kabupaten Nagan Raya sebagai prioritas major projeck pengelolaan terpadu UMKM komoditas Nilam di provinsi Aceh,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda setempat, Rahmatullah SSTP.,M.Si dalam laporannya mengatakan nilam merupakan salah satu komoditi perkebunan yang sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Nagan Raya dengan pola pengelolaan terpadu UMKM.

Hal ini menurutnya, sejalan dengan program major project pengelolaan terpadu UMKM komoditas nilam di Provinsi Aceh oleh Direktorat Pengembangan UKM dan Koperasi Kementerian PPN/BAPPENAS.

Dasar hukum kegiatan ini, mengacu pada dasar hukum pelaksanaan rapat koordinasi percepatan pengembangan Nilam di Kabupaten Nagan Raya dintaranya Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kemudian, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Menurut Rahmat, rapat koordinasi ini bertujuan memberikan pemahaman bagi semua pihak akan pentingnya
mengelola UMKM komoditi nilam secara terpadu dari hulu ke hilir serta saling berkoordinasi dan
bekerja sama untuk memacu pengembangan nilam di
Kabupaten Nagan Raya.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi yang di moderatori oleh Faisal ST yang merupakan Perencana Ahli Madya pada Bappeda Nagan Raya, dengan pemateri Heru Candra dari PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) dan
Dr. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng merupakan Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah kuala. (RO)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BSI Area Meulaboh Bersama OJK dan FKIJK Gelar GENCARKAN, Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Nagan Raya

24 Juli 2026 - 15:58 WIB

Plt. Sekda Buka Pasar Murah, Pemkab Siapkan 390 Paket per Titik

15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Komitmen Beli TBS di Harga Rp3000 Perkilogramnya Belum Terwujud, Bupati Aceh Barat Sidak ke Pabrik Kelapa Sawit

14 Juli 2026 - 22:45 WIB

Bupati TRK Terima Kunjungan Tim Peneliti Tohoku University Jepang

12 Juli 2026 - 11:50 WIB

Ketua Apkasindo Perjuangan: PKS Jangan Permainkan Harga TBS Jika Tidak Ingin Kami Laporkan ke Pusat 

10 Juni 2026 - 16:33 WIB

Trending di Ekonomi