Menu

Mode Gelap
Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026 Senyum Bahagia Anak Disabilitas, Kapolres Aceh Selatan Bantu Kursi Roda untuk Ikram Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya Lukman Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Pemuda Pancasila Seunagan Periode 2026–2029 Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP  Yayasan Putroe Aceh Nanggroe Raya serahkan 73 SK Guru dan Tenaga Kependidikan  ‎

Daerah

Banjir Landa Kawasan Trumon Tengah, Puluhan Hektar Jagung Potensi Gagal Panen

badge-check


					Puluhan Hektar Lahan Jagung Terendah Banjir Di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (19/11/2023) foto/ist Perbesar

Puluhan Hektar Lahan Jagung Terendah Banjir Di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (19/11/2023) foto/ist

Narasiterkini.com, Meulaboh – Akibat curah hujan tinggi mengguyur kawasan Aceh Selatan sejak satu pekan terakhir membuat sejumlah kebun warga di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, terancam gagal panen Minggu (19/11/2023).

Berdasarkan data yang diperoleh oleh media ini warga di pendalaman tersebut setiap tahunnya selalu mengalami kerugian besar, hal itu disebabkan banjir kiriman akibat meluapnya sungai Lai Seroya, Gelombang, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Sampai saat ini kepedulian pemerintah terhadap warga di kawasan tersebut belum ada sama sekali hanya bahan pokok seperti makanan ringan yang diterima warga setiap tahunnya jika banjir melanda kecamatan itu.

Junaiti warga Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan kepada narasiterkini.com mengatakan, setiap tahun ada dua kali kami mengalami gagal panen, kerugian mereka tanggung mencapai puluhan juta.

” Saat ini kurang lebih ada satu hektar lahan jagung milik saya yang sudah terendam banjir, padahal baru saja kita tabur pupuk, ditambah lagi kebun-kebun warga disekitarnya kurang lebih 10 hektar yang pastinya terancam gagal panen,”ujar Junaiti.

Ia menjelaskan, sudah 6 tahun saya bermukim di desa ini dan bergelut sebagai petani belum merasakan yang namanya bantuan dari pemerintah, dan bahkan turun pun tidak pernah di desa mereka selama Cut Syazalisma diangkat sebagai PJ bupati Aceh Selatan.

Junaiti juga menceritakan bahwa kondisi saat ini di kawasan mereka masih tetap sama seperti diketahui sebelumnya, setiap musim hujan, desa mereka selalu banjir debit air mencapai 5 sampai 6 meter hingga melewati atap rumah.

“Kita tidak paham lagi dengan pemerintah Aceh Selatan saat ini, apakah tidak peka atau memang tidak ada rasa peduli terhadap rakyatnya, karena sudah bertahun-tahun tidak ada perubahan sama sekali siapapun yang menjabat sebagai bupati, jadi kami berharap agar pemerintah yang terkait mencari solusi terbaik untuk kami disini,”demikian pintanya. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ikuti Pendataan, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Ajak Masyarakat Ikut Partisipasi Sensus Ekonomi 2026

19 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Bupati TRK Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Nagan Raya

18 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Lukman Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Pemuda Pancasila Seunagan Periode 2026–2029

27 Juli 2026 - 09:29 WIB

Polisi Tangkap Oknum Brimob Bandar Narkoba, Seorang Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu di TKP 

26 Juli 2026 - 18:06 WIB

Dari Ranger, Amran Resmi Jabat Kadis Perkebunan Nagan Raya

23 Juli 2026 - 19:35 WIB

Trending di Daerah