Menu

Mode Gelap
Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T STIMI Meulaboh Lepas KKN-KPM, Camat Kaway XVI: Kehadiran Mahasiswa Harus Memberikan Manfaat Nyata  Sempat di Kritik, Mahasiswa Simeulue ini Apresiasi Sikap Terbuka Ketua Fraksi DPRA Nasdem Dapil 10  Perkuat Nilai Keagamaan, Pemuda Samatiga Gelar Beut Panteu Keude Perdana di Cot Seumeureung Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri  Terkait Reses ke Simeulue, Berikut Klarifikasi Anggota DPR Aceh Dapil 10 Fraksi Nasdem 

Daerah

Banjir Landa Kawasan Trumon Tengah, Puluhan Hektar Jagung Potensi Gagal Panen

badge-check


					Puluhan Hektar Lahan Jagung Terendah Banjir Di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (19/11/2023) foto/ist Perbesar

Puluhan Hektar Lahan Jagung Terendah Banjir Di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (19/11/2023) foto/ist

Narasiterkini.com, Meulaboh – Akibat curah hujan tinggi mengguyur kawasan Aceh Selatan sejak satu pekan terakhir membuat sejumlah kebun warga di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, terancam gagal panen Minggu (19/11/2023).

Berdasarkan data yang diperoleh oleh media ini warga di pendalaman tersebut setiap tahunnya selalu mengalami kerugian besar, hal itu disebabkan banjir kiriman akibat meluapnya sungai Lai Seroya, Gelombang, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Sampai saat ini kepedulian pemerintah terhadap warga di kawasan tersebut belum ada sama sekali hanya bahan pokok seperti makanan ringan yang diterima warga setiap tahunnya jika banjir melanda kecamatan itu.

Junaiti warga Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Aceh Selatan kepada narasiterkini.com mengatakan, setiap tahun ada dua kali kami mengalami gagal panen, kerugian mereka tanggung mencapai puluhan juta.

” Saat ini kurang lebih ada satu hektar lahan jagung milik saya yang sudah terendam banjir, padahal baru saja kita tabur pupuk, ditambah lagi kebun-kebun warga disekitarnya kurang lebih 10 hektar yang pastinya terancam gagal panen,”ujar Junaiti.

Ia menjelaskan, sudah 6 tahun saya bermukim di desa ini dan bergelut sebagai petani belum merasakan yang namanya bantuan dari pemerintah, dan bahkan turun pun tidak pernah di desa mereka selama Cut Syazalisma diangkat sebagai PJ bupati Aceh Selatan.

Junaiti juga menceritakan bahwa kondisi saat ini di kawasan mereka masih tetap sama seperti diketahui sebelumnya, setiap musim hujan, desa mereka selalu banjir debit air mencapai 5 sampai 6 meter hingga melewati atap rumah.

“Kita tidak paham lagi dengan pemerintah Aceh Selatan saat ini, apakah tidak peka atau memang tidak ada rasa peduli terhadap rakyatnya, karena sudah bertahun-tahun tidak ada perubahan sama sekali siapapun yang menjabat sebagai bupati, jadi kami berharap agar pemerintah yang terkait mencari solusi terbaik untuk kami disini,”demikian pintanya. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Investasi Tembus Rp406 Miliar di Awal 2026, TRK: Peluang Investasi Besar yang Tengah Dipersiapkan 200T

22 Juni 2026 - 23:24 WIB

Puluhan Tahun Menanti Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Tiba, Kini Warga Pasie Kualaba’u Galang Donasi Mandiri 

18 Juni 2026 - 19:14 WIB

Kecelakaan Tunggal, Seorang Mahasiswi Aceh Barat Meninggal Dunia

17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Anggota DPR RI Jamaluddin Idham Salurkan 7.500 Bibit Produktif untuk Ketahanan Pangan Aceh

17 Juni 2026 - 01:17 WIB

Aliansi GERAM Aceh Barat Gelar Aksi, Desak Presiden RI Turunkan Harga BBM dan Evaluasi yang Merugikan Rakyat

15 Juni 2026 - 22:32 WIB

Trending di Daerah