Menu

Mode Gelap
Komitmen Beli TBS di Harga Rp3000 Perkilogramnya Belum Terwujud, Bupati Aceh Barat Sidak ke Pabrik Kelapa Sawit Akademisi UIN Lhokseumawe Dukung Kortas Tipikor Polri: Perkuat Pemberantasan Korupsi Putri Kadisparpora Nagan Raya Ukir Prestasi, Raih Emas O2SN Aceh 2026 Presiden Mahasiswa STAIN TDM: Kedepankan Dialog, Jangan Sampai Kritik Publik Diduga Dibalas dengan Gugatan dan Laporan Pidana ‎ Ketua DPM FISIP UTU Soroti Gugatan PT SCY terhadap Masyarakat dan Aktivis: Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam Asisten II Buka Evaluasi Qanun, Pemkab Nagan Raya Dorong Regulasi Berkeadilan dan Berperspektif HAM

Daerah

Warga Krueng Seumayam ditemukan Meninggal di Hutan, Dugaan di Terkam Harimau

badge-check


					Warga Krueng Seumayam ditemukan Meninggal di Hutan, Dugaan di Terkam Harimau Perbesar

Narasiterkini.com, Sukamakmue- Seorang warga Desa Krueng Seumanyam, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Ibnu Hajar, dilaporkan hilang sejak awal Januari 2026 dan akhirnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan. Korban diduga kuat diterkam dan dimangsa harimau saat berada di kawasan hutan desa setempat.

Kapolres Nagan Raya AKBP Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Darul Makmur Iptu Ade Haidir, SH, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Minggu, 4 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban berangkat dari rumah menuju Hutan Desa Krueng Seumanyam dengan berjalan kaki.

“Korban membawa peralatan pribadi berupa parang, handuk, kain, sejadah, sarung, serta jerigen berisi sekitar 30 liter BBM jenis Pertalite untuk mesin chainsaw,” ujar Iptu Ade Haidir.

Dalam perjalanan, korban menumpang kendaraan roda empat jenis jondere milik warga bernama Haji May menuju kebun. Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, korban beristirahat dan bermalam di gubuk milik Haji May yang dihuni M. Yusuf alias Sisuh, karena jarak ke tujuan masih sekitar 6–7 kilometer.

Keesokan harinya, Senin, 5 Januari 2026, korban melanjutkan perjalanan menuju gubuk yang dihuni Salman dan Hamzah, dan tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Korban bermalam bersama kedua saksi tersebut.

Pada Selasa pagi, 6 Januari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, korban pamit kepada Salman dan Hamzah untuk pergi ke sungai mencari ikan. Korban meninggalkan tas ranselnya di gubuk dan mengatakan, jika tas tersebut masih berada di gubuk, berarti ia belum pulang ke kampung.

Namun hingga sore hari korban tidak kembali. Sekitar pukul 17.00 WIB, saksi mulai merasa curiga dan melakukan pencarian di sekitar sungai, namun korban tidak ditemukan. Keduanya kemudian kembali ke desa untuk memastikan keberadaan korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban belum pulang ke rumah.

Pencarian terus dilakukan bersama keluarga dan warga hingga Minggu, 11 Januari 2026, namun hasilnya masih nihil. Pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, pencarian kembali dilakukan oleh Polsek Darul Makmur, Koramil 05/Darul Makmur, BPBD Nagan Raya, serta masyarakat.

Sekitar pukul 12.00 WIB, tim menemukan banyak jejak tapak kaki harimau di lokasi pencarian. Tak lama kemudian, ditemukan tulang pangkal lengan kanan dan kiri serta bagian tulang kepala manusia di beberapa titik. Kondisi tulang tersebut hampir tidak menyisakan daging dan diduga kuat akibat gigitan dan terkaman hewan buas, yakni harimau.

“Anak korban dan masyarakat meyakini tulang-tulang tersebut merupakan bagian tubuh almarhum Ibnu Hajar, dan keluarga meyakinkan tapak kaki yang tersisa diyakini itu korban yang merupakan keluarga mereka ditambah lagi pakaian yang dikenakankannya saat berangkat ke gunung,” kata Kapolsek.

Pencarian lanjutan tidak menemukan bagian tubuh lainnya. Sekitar pukul 14.00 WIB, pencarian resmi dihentikan dan bagian tubuh yang ditemukan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan fardhu kifayah. Jenazah tiba di rumah keluarga pada pukul 17.30 WIB.

Pasca kejadian tersebut, Muspika Kecamatan Darul Makmur bersama aparatur desa telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar sementara waktu tidak beraktivitas di kawasan hutan guna mengantisipasi jatuhnya korban susulan. Pihak BKSDA Provinsi Aceh dan Dinas Kehutanan juga telah turun ke lokasi untuk mengumpulkan informasi dan menentukan langkah penanganan lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Presiden Mahasiswa STAIN TDM: Kedepankan Dialog, Jangan Sampai Kritik Publik Diduga Dibalas dengan Gugatan dan Laporan Pidana ‎

13 Juli 2026 - 20:54 WIB

Ketua DPM FISIP UTU Soroti Gugatan PT SCY terhadap Masyarakat dan Aktivis: Demokrasi Tidak Boleh Dibungkam

13 Juli 2026 - 20:46 WIB

Asisten II Buka Evaluasi Qanun, Pemkab Nagan Raya Dorong Regulasi Berkeadilan dan Berperspektif HAM

13 Juli 2026 - 17:02 WIB

IPELMANAR Pertanyakan Legalitas Perusahaan di Gampong Lhok, Minta Transparansi dan Penegakan Hukum

12 Juli 2026 - 11:43 WIB

Permudah Akses, Dukung Pelaku Kuliner Lokal, PUPR Aceh Barat Aspal Jalan Menuju Objek Wisata

11 Juli 2026 - 13:01 WIB

Trending di Daerah