Menu

Mode Gelap
Gerak Cepat Bantu Masyarakat, Tokoh Nagan Raya ini Apresiasi Brimob Polda Aceh  Brimob Ikut Razia Gabungan di Lapas Kelas IIB Meulaboh, Senjata Tajam dan HP Turut Disita DPRK Mulai Bahas LKPJ Bupati Nagan Raya, Lima Dinas Sudah Diproses  Koordinator PPDI Barsela Aceh: Banyak Disabilitas yang Desil-nya Kaya Namun Aslinya Masih Sangat Miskin Wabup Zaman Akli Minta Forum Muafakat Menjadi Solusi bagi Petani Abdya Putra Tokoh Tadu Raya ini Sudah Sah Menikah di Masjid Giok

Hukum

Diduga Masih Kerap Terjadi, Polres Nagan Raya Larang Pertambangan Emas Tanpa Izin dan Illegal Logging

badge-check


					Diduga Masih Kerap Terjadi, Polres Nagan Raya Larang Pertambangan Emas Tanpa Izin dan Illegal Logging Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue- Memasuki tahun 2023, Polres Nagan Raya warning pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) serta Ilegal Logging (Pembalakan Liar) yang diduga masih kerap kali dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Prasetiya melalui Kasat Reskrim AKP Machfud,SH,MM melalui rilisnya yang diterima media ini, kamis, (05/1/2022).

Menurut AKP Machfud,SH,MM larangan aktivitas PETI dan pembalakan liar yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab tersebut guna untuk menghindari kerusakan lingkungan di wilayah Kabupaten Nagan Raya.

Untuk itu, Polres Nagan Raya mewarning kepada oknum pelaku illegal mining dan illegal logging di kabupaten itu agar tidak lagi melakukan aktivitas yang melanggar dengan hukum, jika masih ada oknum yang menbandel, maka akan dilakukan penangkapan.

“Penertiban terhadap aktivitas PETI dan Pembalakan liar tidak pandang bulu untuk menangkap pelakunya, karena demi keselamatan lingkungan di Kabupaten Nagan Raya,sebagaimana dilaporkan oleh masyarakat,” sebut Kasat Reskrim AKP Machfud,SH,MM

Selain itu katanya, untuk pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dapat kenakan Pasal 158 UURI Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan UURI Nomor 4 tahun 2009. Bagi pelaku pertambangan mineral dan batu bara itu dapat diancam dengan hukuman 5 tahun penjara atau denda 100 milyar rupiah.

Sedangkan untuk illegal logging, akan diancam dengan hukuman 15 tahun penjara serta denda 7milyar 500 juta rupiah. Hal itu sesuai dengan UURI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana telah diubah ketentuannya pada UURI Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja.

Guna untuk diketahui oleh penambang emas illegal dan pelaku pembalakan liar, Polres Nagan Raya telah memasang spanduk larangan dan membagikan brosur di setiap Kecamatan agar masyarakat tidak melakukan PETI dan pembalakan liar. Terkait larangan ini, pihaknya tidak main main dan akan menindak tegas siapapun pelakunya karena hukum harus tegak lurus sebut mantan Panit Tipidter Polda Aceh itu.

Perlu diketahui tambahnya lagi, pada tahun 2022 yang lalu Polres Nagan Raya berhasil menangkap 3 unit alat berat Excavator dan pelakunya serta mengamankan 4 ton BBM jenis solar subsidi di 2 lokasi yaitu Kecamatan Beutong dan Darul Makmur.

Kasat Reskrim AKP Machfud meminta kepada masyarakat dalam wilayah itu, jika melihat siapa saja yang melakukan aktivitas yang telah dilarang itu untuk dapat memberikan informasi kepada Sat Reskrim Polres Kabupaten Nagan Raya. (*)

Baca Lainnya

Brimob Ikut Razia Gabungan di Lapas Kelas IIB Meulaboh, Senjata Tajam dan HP Turut Disita

8 Mei 2026 - 14:38 WIB

SMP Unit Blangpidie Larang Siswa Bawa Sepmor ke Sekolah

23 April 2026 - 00:13 WIB

Membakar Hutan dan Lahan Dipidana Penjara

21 April 2026 - 20:50 WIB

Sidang Paripurna, Pemkab Nagan Raya Usulkan ke DPRK Beberapa Raqan 

21 April 2026 - 15:23 WIB

Yayasan Ipelmasat Menang di PTUN Banda Aceh dalam Gugatan Tanah Asrama Mahasiswa

20 April 2026 - 20:32 WIB

Trending di Hukum