Menu

Mode Gelap
Pernah Pimpin Disdik Nagan Raya, Kini Irwan Dapat Amanah Jadi Kadisdikbud Aceh Barat  Bupati Tarmizi Resmi Rotasi dan Promosi 13 Pejabat Dilingkungan Pemerintah Aceh Barat DLHK Aceh Barat Diminta Tangani Sampah Pesisir Pantai, Warga: Jangan Hanya Action Saja di Media Petani Muda Aceh M.Khaisar Ikut Membersamai Aksi Bakti Untuk Bumi di Meulaboh Melalui Kegiatan Aksi Bakti Untuk Bumi, Mifa Bersaudara Ajak Masyarakat Bangun Budaya Peduli Lingkungan Sistem Penjualan Tiket Lambat, DEMA STIS Al-aziziyah Sabang Desak PT ASDP Segera Evaluasi Menyeluruh 

Daerah

Puluhan Hektare Sawah di Abdya Terancam Gagal Panen

badge-check


					Puluhan Hektare Sawah di Abdya Terancam Gagal Panen Perbesar

Narasiterkini.com | Blangpidie – Ancaman kondisi memprihatinkan ini terjadi saban tahun, namun, kali ini ancamannya lebih besar ketimbang tahun-tahun sebelumnya, dimana petani dipaksa merugi akibat lemahnya respon pihak pemerintah.

Kekesalan petani, diungkapkan Jamhir, warga Gampong Iku Lhung Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), selaku orang yang bertanggungjawab terhadap aneuk blang (petani) agar kebutuhan terpenuhi, ia dituntut memperjuangkan hak-hak tersebut.

Musim tanam tahun ini, puluhan hektare sawah milik warga setempat terancam gagal panen, malah 50 hektare dipastikan tidak mungkin dipanen lagi yang disebabkan oleh rendaman air luapan sungai saat banjir melanda wilayah itu.

“Ada sekitar 50 hektare dipastikan gagal panen akibat terendam banjir luapan,” ungkap Jamhir, Keujrun Blang gampong setempat, Kamis, 08 Februari 2024.

Menurutnya, terjadinya luapan banjir diakibatkan kedangkalan sungai dan membutuhkan pengerukan serta pembangunan tebing pemisah agar ancaman luapan dapat diminimalisir, hal tersebut dibutuhkan perhatian dan solusi dari pemerintah.

Lanjut Jamhir, jika pemerintah tidak segera menangani persoalan yang dialami msyarakat tersebut, maka kejadian serupa akan kembali terulang, yang disayangkan petani harus mengalami kerugian saat padi hendak dipanen.

Ia mengatakan, bahwa kondisi ini sudah pernah disampaikan kepada Penjabat (Pj) Bupati Abdya tahun lalu. Pj Bupati telah mengirim utusan dari dinas terkait untuk melihat kondisi tersebut, namun belum ada tindak lanjut.

“Tahun lalu, kondisi ini sudah pernah kami sampaikan kepada Bapak Pj Bupati Abdya. Beliau sudah mengirim utusan dari pihak dinas terkait untuk melihat langsung kondisi tersebut. Namun, sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi bagaimana kelanjutannya,” kata Jamhir.

Menurutnya, solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan pengerukan sungai di sekitar kawasan persawahan dan membangun tebing pemisah sepanjang 17 meter untuk memisahkan 4 aliran sungai di kawasan tersebut.

“Kami berharap semoga keluhan yang pernah kami sampaikan kepada pemerintah segera ditindak lanjuti,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pernah Pimpin Disdik Nagan Raya, Kini Irwan Dapat Amanah Jadi Kadisdikbud Aceh Barat 

29 Juni 2026 - 17:26 WIB

DLHK Aceh Barat Diminta Tangani Sampah Pesisir Pantai, Warga: Jangan Hanya Action Saja di Media

28 Juni 2026 - 17:43 WIB

Petani Muda Aceh M.Khaisar Ikut Membersamai Aksi Bakti Untuk Bumi di Meulaboh

27 Juni 2026 - 18:08 WIB

Melalui Kegiatan Aksi Bakti Untuk Bumi, Mifa Bersaudara Ajak Masyarakat Bangun Budaya Peduli Lingkungan

27 Juni 2026 - 17:08 WIB

Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Generasi Menuju Jembes Tanpa PJU

25 Juni 2026 - 23:21 WIB

Trending di Daerah