Menu

Mode Gelap
ForBINA Dorong Solusi Win-Win Terkait Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman Pemkab Nagan Raya Kembali Raih Opini WTP ke-18 kali dari BPK-RI Terkait Perintah Naikkan Harga TBS PT SPS Tak Indahkan Penegasan Bupati, PT Socfindo dan Kallista Alam Tak Beli TBS Masyarakat Dianggap Suara Masyarakat Beutong Ateuh Diabaikan, Mahasiswa Minta Dibuka Forum Dengar Pendapat  Pasutri Aceh Selatan, Hampir Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Dengan Keterbatasan Ekonomi Pertegas Harga TBS Wajib Naik, Bupati Nagan Raya Minta Awak Media Kawal PKS Nakal

Opini

Waka DPP SiGAP Aceh: Mantan Napi Sulit memiliki tempat di Hati Rakyat

badge-check


					Waka DPP SiGAP Aceh: Mantan Napi Sulit memiliki tempat di Hati Rakyat Perbesar

 

Narasiterkini.com, Banda Aceh – Wakil Ketua DPP SiGAP Aceh, Lismijar, MA menyatakan bahwa pada pilkada mendatang, pihaknya sangat berkeyakinan masyarakat Aceh tidak akan memilih dan memberikan dukungan pada calon pemimpin yang backgroundnya “mantan narapidana” ujar Lismijar (Rabu/27/10/2020).

Lismijar mengatakan, walau secara hukum positif tidak ada larangan bahwa mantan narapidana maju di pilkada. Namun hal ini menjadi dilematis ketika sudah bicara soal moral seorang pemimpin yang akan menahkodai kehidupan masyarakat.

Menjadi dilematis ketika masyarakat mencari pemimpin atau leader, kacamata masyarakat tentu tidak lagi terfokus pada upaya mencari seorang calon pemimpin yang hanya sah secara aturan hukum positif semata, tetapi yang paling utama adalah moral, integritas. “Aturannya dia tidak punya cacat moral, dia tidak cacat integritas, nah itu paling utama,” cetus Lismijar.

Lismijar menjelaskan, jika mencari seorang manajer untuk memimpin sebuah manajemen tidak masalah mantan napi korupsi. Namun seorang pemimpin bangsa, rakyat tidak cukup hanya melihat dari aturan baku, tapi harus menjunjung tinggi moral dan integritas. Apalagi provinsi Aceh yang menerapkan syariat Islam, tentu sangat sulit bagi masyarakat Aceh memberikan kepercayaan pada calon pemimpin yang sudah pernah melakukan kejahatan pidana. Kata Lismijar

Lismijar menambahkan, di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini, tentu masyarakat Aceh sudah sangat cerdas dalam memilih calon kepala daerah. Karena itu, Lismijar sangat yakin masyarakat tidak akan memilih andaipun mantan napi korupsi mencalonkan diri menjadi kepala daerah di provinsi Aceh.

Sebagai masyarakat yang cinta akan syariat Islam, tentu rakyat Aceh saat ini sangat berharap akan hadirnya pemimpin yang punya integritas, bersih dari kasus-kasus korupsi dan mampu menjadi imam yang baik dalam memimpin rakyat Aceh menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Pemimpin yang seperti itulah menurut Lismijar yang akan mendapat simpati rakyat Aceh pada pilkada Aceh mendatang. (Rils/*)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dianggap Suara Masyarakat Beutong Ateuh Diabaikan, Mahasiswa Minta Dibuka Forum Dengar Pendapat 

4 Juni 2026 - 13:52 WIB

Anggota DPRK Ini Optimis dengan Bupati TRK, Investasi Rp200 Triliun Jadi Kabar Baik Salah Satunya Tekan Angka Pengangguran

28 Mei 2026 - 09:29 WIB

Belum Pulih dari Bencana, Pemerintah Harus Transparan Terkait Izin Eksplorasi Tambang di Beutong Ateuh 

21 Mei 2026 - 09:48 WIB

Izin IUP untuk PT Pertambangan Terbit, IPMB Kecam Pemerintah Aceh dan Pemkab Nagan Raya 

21 Mei 2026 - 08:22 WIB

Pergub Tentang JKA Dicabut, Gubernur Aceh Banjir Dukungan Apresiasi 

19 Mei 2026 - 07:36 WIB

Trending di Opini