Menu

Mode Gelap
PD IWO Nagan Raya Segera Terbentuk, Fokus Tingkatkan Profesionalisme Jurnalis Melalui UKW Gerak Cepat Bantu Masyarakat, Tokoh Nagan Raya ini Apresiasi Brimob Polda Aceh  Brimob Ikut Razia Gabungan di Lapas Kelas IIB Meulaboh, Senjata Tajam dan HP Turut Disita DPRK Mulai Bahas LKPJ Bupati Nagan Raya, Lima Dinas Sudah Diproses  Koordinator PPDI Barsela Aceh: Banyak Disabilitas yang Desil-nya Kaya Namun Aslinya Masih Sangat Miskin Wabup Zaman Akli Minta Forum Muafakat Menjadi Solusi bagi Petani Abdya

Ekonomi

Potensial di Tanah Nagan Raya, Bappeda Inisiasi Rakor dengan Petani Nilam

badge-check


					Potensial di Tanah Nagan Raya, Bappeda Inisiasi Rakor dengan Petani Nilam Perbesar

 

Narasiterkini.com, Suka Makmue – Guna meningkatkan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menggelar rapat koordinasi (Rakor) Percepatan Pengembangan Nilam, yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten setempat. Selasa (22/11/2022).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Pj Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas AP. S.Sos.,M.Si.

Dalam sambutannya PJ Bupati Nagan Raya, Fitriany menjelaskan Kabupaten Nagan Raya memiliki perkebunan yang sangat luas dimana luas lahan perkebunan rakyat mencapai lebih kurang 123.475,21 HA. Sehingga memerlukan pengelolaan yang baik dalam usaha meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Nilam merupakan salah-satu komoditi perkebunan yang sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Nagan Raya dengan pola pengelolaan terpadu UMKM,” ujar Fitriany.

Pj Bupati menambahkan, dari hasil survey sementara lahan Nilam yang potensial dikembangkan di Kabupaten Nagan Raya lebih kurang 1000 HA, dengan prioritas pengembangannya adalah Kecamatan Beutong Ateuh, Beutong, Suka Makmue, Tripa makmur dan Darul Makmur.

“Kita berusaha agar Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk menjadikan Kabupaten Nagan Raya sebagai prioritas major projeck pengelolaan terpadu UMKM komoditas Nilam di provinsi Aceh,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda setempat, Rahmatullah SSTP.,M.Si dalam laporannya mengatakan nilam merupakan salah satu komoditi perkebunan yang sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Nagan Raya dengan pola pengelolaan terpadu UMKM.

Hal ini menurutnya, sejalan dengan program major project pengelolaan terpadu UMKM komoditas nilam di Provinsi Aceh oleh Direktorat Pengembangan UKM dan Koperasi Kementerian PPN/BAPPENAS.

Dasar hukum kegiatan ini, mengacu pada dasar hukum pelaksanaan rapat koordinasi percepatan pengembangan Nilam di Kabupaten Nagan Raya dintaranya Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kemudian, Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Menurut Rahmat, rapat koordinasi ini bertujuan memberikan pemahaman bagi semua pihak akan pentingnya
mengelola UMKM komoditi nilam secara terpadu dari hulu ke hilir serta saling berkoordinasi dan
bekerja sama untuk memacu pengembangan nilam di
Kabupaten Nagan Raya.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi yang di moderatori oleh Faisal ST yang merupakan Perencana Ahli Madya pada Bappeda Nagan Raya, dengan pemateri Heru Candra dari PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) dan
Dr. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng merupakan Kepala Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah kuala. (RO)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Hindari Tambang Emas Ilegal, DPRK Nagan Raya Desak Gubernur Aceh Segera Usulkan WPR ke Pusat

14 Februari 2026 - 10:59 WIB

Hampir 30 Jam Tempuh Jalur Darat, Bantuan dari Abdya Tiba di Aceh Tamiang

6 Desember 2025 - 11:11 WIB

Ratusan Warga Nagan Raya Padati Pasar Murah

15 November 2025 - 18:31 WIB

Polres Nagan Raya Gelar Jum’at Berkah, Kali ini Berbagi Kebahagiaan dengan Masyarakat di Mapolsek Darul Makmur 

3 Oktober 2025 - 18:21 WIB

Deputi Umum BPKS, Fajran Zain : Saat Kawasan Sabang Tumbuh, Kerawanan Narkoba Luruh

5 Agustus 2025 - 12:01 WIB

Trending di Ekonomi