Menu

Mode Gelap
Putra Tokoh Tadu Raya ini Sudah Sah Menikah di Masjid Giok Breaking News: Akhirnya Sah Diva Samudra Putra Jabat Sekda Aceh Selatan  Breaking news: Terkini Jalan Nasional Meulaboh-Tapaktuan di Nagan Raya Tak Bisa Dilewati  Sempat Viral Media Bayi Bocor Jantung, Wakil Ketua I DPRK Nagan Raya Berkunjung dan Salurkan Bantuan Bupati Nagan Raya Harap DPR Gampong Kompak untuk Bangun Desa dengan Keuchik PUPR Aceh Barat Tingkatkan kualitas Ruas Jalan Paya Baro- Pasi Janeng

Opini

Insiden Tabrakan Kapal Nelayan, Mahasiswa Aceh Barat;  PT. Mifa Harus “Tanggung Jawab!”

badge-check


					Insiden Tabrakan Kapal Nelayan, Mahasiswa Aceh Barat;  PT. Mifa Harus “Tanggung Jawab!” Perbesar

Narasiterkini.com, Meulaboh– Sudah sebulan lebih kasus kecelakaaan kapal yang terjadi di perairan laut Aceh Barat belum tuntas, kasus tersebut terkesan terlalu disepelekan serta mirisnya kepedulian kepada korban dari seluruh kalangan stakeholder yang ada di Aceh Barat.

 

Wahyu Nurdin, selaku pengamat pemerintah yang juga sebagai salah satu Mahasiswa Perikanan UTU serta Mantan Sekretaris Jenderal Pemerintahan Mahasiswa Universitas Teuku Umar menyampaikan rasa kekecewaannya kepada seluruh pemangku kepentingan (Stakeholder) yang ada di Aceh Barat dan juga mengecam pihak yang melakukan penindasan dalam bentuk “Tidak ingin bertanggung jawab” kepada Rakyat Aceh Barat khususnya korban.

 

“Saya angkat bicara tidak sendiri, hari ini kami sangat kecewa kepada seluruh pemangku kepentingan di Aceh Barat, musibah ini memang tidak disengaja akan tetapi menurut butir pancasila No. dua (2) yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, seharusnya seluruh pemangku kepentingan (Stakeholder) yang ada di Acehceh Barat pro kepada yang tertindas hari ini bukan melakukan pembiaran begitu saja. Jika ini dibiarkan siapa yang akan mewakili rakyat kecil,” jelas Wahyu ke Media Narasiterkini.com, Sabtu (04/9/2021).

 

Lanjutnya, Wahyu, meminta hal ini segera diselesaikan, pihaknya juga mengecam PT. Mifa Bersaudara dan Pimpinan Syahbandar Kabupaten Aceh Barat untuk segera bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah tersebut.

 

“PT. Mifa harus tanggung jawab kalau tidak “Mogok saja korek hasil alam” dari sini, memang benar Mifa tidak punya kapal sendiri untuk mengangkut batu bara mereka, saya sepakat itu dan nyata. Tapi dalam dunia bisnis bung, pembeli tidak mau pergi ketempat kita jika kita tidak punya barang, artinya yang punya kapal enggak bakalan mau berlabuh ke pelabuhan PT. Mifa Bersaudara jika mereka enggak ada barang batu bara mikir dong…! dan yang jelas dalam hal ini PT. Mifa lah yang mengundang kapal IDC Pearl untuk angkut batu bara milik mereka”, tegas Wahyu dengan nada tinggi.

 

Wahyu juga menambahkan “Pimpinan Syahbandar pecat saja dari jabatannya itu, seharusnya dia tau dan mampu menyelesaikan permasalahan ini. Karena tidak mungkin kapal IDC Pearl atau kapal kapal lainnya masuk ke wilayah Aceh Barat tidak meminta izin terlebih dahulu kepada mereka, ngapain saja di kantor yang bagus itu”, ucapnya lagi.

 

Terakhir pihaknya akan melakukan pengawasan kepada seluruh pihak yang terlibat dan juga melakukan konsolidasi kepada seluruh Mahasiswa Aceh Barat untuk sama sama mengawal kasus ini.

 

“Kami mendesak PT. Mifa Bersaudara dan Syahbandar Aceh Barat untuk merealisasikan poin-poin dari hasil RDP di kantor DPRK Aceh Barat kemarin yaitu menyelesaikannya secara adat dan kekeluargaan, dan kami juga akan mengawal kasus ini hingga tuntas”, pungkas Wahyu. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sosok Abdurrahman Pejuang Lahirnya Abdya, Namun Terlupakan

28 April 2026 - 08:15 WIB

TMMD ke-128 Membawa Berkah Bagi Nek Nurhabibah di Abdya

23 April 2026 - 20:56 WIB

Nurdianto Desak Baitul Mal Abdya Publis Data Bantuan Rumah Layak Huni 2025, Seperti Apa Kriterianya

17 April 2026 - 12:29 WIB

Wabup Zaman Akli Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Disabilitas di Abdya

15 April 2026 - 14:44 WIB

Tak Kenal Libur, Bupati TRK Pastikan Bantuan Cepat untuk Warga Terdampak Bencana

23 Maret 2026 - 12:36 WIB

Trending di Sosial