Menu

Mode Gelap
Hari Kebebasan Pers Sedunia, PWI Nagan Raya Ajak Jurnalis Jaga Integritas dan Profesionalisme Momen Pelepasan Mahasiswa KPM STIS Al-Aziziyah Sabang Tahun 2026, Ketua Sampaikan Petuah Kisah Pilu Bayi Penderita Jantung Bocor di Nagan Raya, Harapkan Bantuan Para Dermawan dan Pemerintah Isu “Perampok Anggaran” JKA Menggema, PERMAHI Aceh Desak Audit Forensik Segera Ngopi Berjuta Solusi, Kapolres Nagan Raya Ajak Influencer Ngopi di MJD Kupi untuk Perkuat Sinergi Informasi Positif   Kapolres Aceh Tamiang Ajak Buruh Jaga Keamanan dan Sampaikan Aspirasi Tidak Anarkis

Hukum

Dunia Jurnalistik Terusik oleh Oknum Wartawan Diduga Lakukan Pemerasan Begini Modusnya……

badge-check


					Dunia Jurnalistik Terusik oleh Oknum Wartawan Diduga Lakukan Pemerasan Begini Modusnya…… Perbesar

 

Narasiterkini.com, Banda Aceh– Sejumlah tokoh dan wartawan di Aceh mengecam tindakan oknum yang mengatasnamakan wartawan dan diduga melakukan pemerasan terhadap aparat desa dengan modus melakukan konfirmasi terkait penggunaan dana desa.

Dalam percakapan yang beredar di grup WhatsApp, beberapa anggota menyampaikan keluhan terkait oknum wartawan yang datang ke gampong (desa) untuk menanyakan dana desa, namun kemudian meminta “uang minyak” atau voucher isi ulang internet dengan alasan operasional liputan.

“Kalau mau konfirmasi, ya konfirmasi saja. Kalau memang ada temuan, angkat beritanya. Jangan setelah konfirmasi soal dana desa, ujung-ujungnya minta uang recehan. Itu bikin malu,” ujar salah satu anggota grup yang mengaku sebagai bagian dari tim “Pasukan Ghoib Aceh”, Senin (30/9).

Ia menyebut, modus seperti ini kerap digunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengaku wartawan namun bertindak di luar etika jurnalistik. “Ini bukan lagi kerja jurnalistik, tapi sudah seperti osani, olah sana olah sini,” tambahnya.

Pernyataan senada disampaikan oleh Ogk Roni Syehrani. Ia menyebut jika memang butuh dukungan transportasi atau bantuan operasional, seharusnya disampaikan dari awal secara terbuka, bukan dengan membawa-bawa nama konfirmasi jurnalistik.

“Kalau dari awal tujuannya minta uang minyak atau voucher internet, ya katakan saja. Tidak usah pakai alasan konfirmasi ini-itu. Kalau ada temuan, silakan diberitakan. Wartawan punya hak konfirmasi, bukan untuk memeras,” tegasnya.

Sementara itu, seorang wartawan dari Nagan Raya mengaku pihaknya pernah mengusir bahkan menampar oknum wartawan yang datang dari luar daerah karena ketahuan mencoba memeras kepala sekolah dan keuchik (kepala desa).

“Kami sudah terdeteksi sistem kerjanya, datang cari-cari kesalahan, lalu minta uang untuk tim keliling. Itu sudah merusak citra wartawan,” ujarnya.

Pihaknya menyesalkan masih adanya oknum yang mencoreng profesi wartawan yang semestinya menjadi pilar keempat demokrasi dan mitra kritis pembangunan di daerah.

“Kita masih banyak peluang kerja sama yang halal dan elegan. Tidak perlu dengan cara kotor seperti itu,” pungkasnya.

Mereka berharap organisasi-organisasi profesi seperti PWI, AJI, dan Dewan Pers turun tangan mengawasi serta menindak oknum-oknum yang menyalahgunakan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi. (RO)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SMP Unit Blangpidie Larang Siswa Bawa Sepmor ke Sekolah

23 April 2026 - 00:13 WIB

Membakar Hutan dan Lahan Dipidana Penjara

21 April 2026 - 20:50 WIB

Sidang Paripurna, Pemkab Nagan Raya Usulkan ke DPRK Beberapa Raqan 

21 April 2026 - 15:23 WIB

Yayasan Ipelmasat Menang di PTUN Banda Aceh dalam Gugatan Tanah Asrama Mahasiswa

20 April 2026 - 20:32 WIB

Belum Sebulan, Polres Abdya Telah Meringkus Lima Terduga Penyalahgunaan Narkoba

15 April 2026 - 18:22 WIB

Trending di Hukum