Menu

Mode Gelap
Bupati Tarmizi Kunjungi Anak Gangguan Jiwa di Aceh Barat HIMASKOR FIK UTU Resmi Terbentuk, Jadi Wadah Pengembangan Mahasiswa Sains Keolahragaan Jelang Pensiun, Ratusan Karyawan PT Socfindo Kebun Seumayam dan Seunagan Dapat Penghargaan  Sekda Aceh Barat Pimpin Kegiatan Pra Rapim Terkait Anggaran DAK dan BKK HAORNAS ke-43, Pemkab Nagan Raya Beri Penghargaan kepada Atlet dan Pelatih Berprestasi SMKN 1 Labuhanhaji Berhasil Raih Juara pada Turnamen Futsal Memeriahkan HUT RI ke- 81

Hukum

Dunia Jurnalistik Terusik oleh Oknum Wartawan Diduga Lakukan Pemerasan Begini Modusnya……

badge-check


					Dunia Jurnalistik Terusik oleh Oknum Wartawan Diduga Lakukan Pemerasan Begini Modusnya…… Perbesar

 

Narasiterkini.com, Banda Aceh– Sejumlah tokoh dan wartawan di Aceh mengecam tindakan oknum yang mengatasnamakan wartawan dan diduga melakukan pemerasan terhadap aparat desa dengan modus melakukan konfirmasi terkait penggunaan dana desa.

Dalam percakapan yang beredar di grup WhatsApp, beberapa anggota menyampaikan keluhan terkait oknum wartawan yang datang ke gampong (desa) untuk menanyakan dana desa, namun kemudian meminta “uang minyak” atau voucher isi ulang internet dengan alasan operasional liputan.

“Kalau mau konfirmasi, ya konfirmasi saja. Kalau memang ada temuan, angkat beritanya. Jangan setelah konfirmasi soal dana desa, ujung-ujungnya minta uang recehan. Itu bikin malu,” ujar salah satu anggota grup yang mengaku sebagai bagian dari tim “Pasukan Ghoib Aceh”, Senin (30/9).

Ia menyebut, modus seperti ini kerap digunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengaku wartawan namun bertindak di luar etika jurnalistik. “Ini bukan lagi kerja jurnalistik, tapi sudah seperti osani, olah sana olah sini,” tambahnya.

Pernyataan senada disampaikan oleh Ogk Roni Syehrani. Ia menyebut jika memang butuh dukungan transportasi atau bantuan operasional, seharusnya disampaikan dari awal secara terbuka, bukan dengan membawa-bawa nama konfirmasi jurnalistik.

“Kalau dari awal tujuannya minta uang minyak atau voucher internet, ya katakan saja. Tidak usah pakai alasan konfirmasi ini-itu. Kalau ada temuan, silakan diberitakan. Wartawan punya hak konfirmasi, bukan untuk memeras,” tegasnya.

Sementara itu, seorang wartawan dari Nagan Raya mengaku pihaknya pernah mengusir bahkan menampar oknum wartawan yang datang dari luar daerah karena ketahuan mencoba memeras kepala sekolah dan keuchik (kepala desa).

“Kami sudah terdeteksi sistem kerjanya, datang cari-cari kesalahan, lalu minta uang untuk tim keliling. Itu sudah merusak citra wartawan,” ujarnya.

Pihaknya menyesalkan masih adanya oknum yang mencoreng profesi wartawan yang semestinya menjadi pilar keempat demokrasi dan mitra kritis pembangunan di daerah.

“Kita masih banyak peluang kerja sama yang halal dan elegan. Tidak perlu dengan cara kotor seperti itu,” pungkasnya.

Mereka berharap organisasi-organisasi profesi seperti PWI, AJI, dan Dewan Pers turun tangan mengawasi serta menindak oknum-oknum yang menyalahgunakan profesi wartawan untuk kepentingan pribadi. (RO)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Akademisi UIN Lhokseumawe Dukung Kortas Tipikor Polri: Perkuat Pemberantasan Korupsi

14 Juli 2026 - 17:59 WIB

Diduga Bantu Pelangsir Solar Subsidi, Dua Operator SPBU di Darul Makmur Ditetapkan Sebagai Tersangka

8 Juli 2026 - 15:50 WIB

Tak ada Pemilik, Polisi Temukan 2.000 Liter Diduga BBM Bio Solar Bersubsidi di Gunong Nagan 

3 Juli 2026 - 14:28 WIB

Coba Main Minyak Solar Subsidi Secara Ilegal di Nagan Raya, Dua Warga Pidie Terpaksa Berurusan dengan Polisi

25 Juni 2026 - 23:26 WIB

Usai Polda Aceh Terbitkan DPO Oknum ASN di DSI Tersangka Pelecehan Seksual, Berikut Rangkaian Proses Hukumnya….

11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Trending di Hukum