Menu

Mode Gelap
Rekontruksi Pasca Bencana Menjadi Prioritas Pemkab Aceh Tengah Tahun 2027 Penilaian Tingkat Nasional, Kodim Nagan Raya Berhasil Raih Juara Dua LKJ TMMD Ke- 127 PUPR Aceh Barat Lanjutkan Peningkatan Ruas Jalan Blang Meu- Seuradeuk Ekonomi Kerakyatan Vs Ekonomi Kapitalis, Persyaratan Bank Tak Mudah Pelaku UMK di Nagan Lebih Dekat dengan Bankke Dari Magelang untuk Nagan Raya: Ketua DPRK Asah Kapasitas di Forum Nasional Ketua MPC Pemuda Pancasila Ari Saputra, Apresiasi Kinerja Cepat Kapolres Nagan Raya Ungkap Kasus Pembunuhan di Tadu Raya

Kesehatan

Dua Orang Anak Alami Sesak Nafas Di Aceh Barat, Diduga Besar Akibat Debu Batu Bara

badge-check


					Foto/Dani: M.Nasir Warga Desa Peunaga Cot Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat Perbesar

Foto/Dani: M.Nasir Warga Desa Peunaga Cot Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat

Narasiterkini.com, Meulaboh – Dua orang anak yang masih berumur 1,3 dan 3 tahun mulai mengalami sesak nafas, hal ini diduga akibat dampak debu dari aktivitas perusahaan pertambangan batu bara di Kawasan Desa Peunaga Cot Ujong, Kecamatan Mereubo, Aceh Barat, hal ini diketahui setelah keluarga anak tersebut melakukan ronsen ke rumah sakit setempat, Jum’at (18/3/2022).

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dokter kepada M. Nasir yang merupakan Ayah kandung kedua Anak tersebut mengatakan, bahwa sesak nafas yang dialami kedua anaknya itu murni akibat debu yang sudah lama melekat pada paru-paru sehingga membuat pernafasannya ikut terganggu.

 

M.Nasir saat di wawancarai pewarta pada Jum’at sore (18/3/2022) mengaku, bahwa keberadaan perusahaan tambang batu bara selama ini sangat mencemaskan terutama populasi debu dari aktivitas perusahaan pertambangan telah mencemari pemukiman, terutama pada anak-anak yang masih berumur 1 sampai 3 tahun.

 

“Sangat disayangkan adalah pihak perusahaan pertambangan batu bara selama ini terkesan tutup mata terhadap keluhan masyarakat di sekitar, seharusnya mereka perusahaan memikirkan Kesehatan lingkungan dan mencari solusi bukan tutup mata dan enggan peduli terhadap kami di sekitar sini,” kata M. Nasir.

 

Ia menambahkan, sebelumnya M. Nasir pernah mengusulkan pada saat pertemuan rapat dengan perusahaan dan warga setempat, Nasir meminta agar perusahaan pertambangan batu bara tidak menumpuk batu bara yang melebihi kapasitas di stok file, namun yang terjadi sekarang mereka tetap mengakibatkan usulan tersebut.

 

“Nah dampak tersebut yang saat ini kami rasakan, debu dari aktivitas perusahaan telah mengancam nyawa anak-anak kami disini serta ekonomi kami juga ikut terganggu akibat debu yang setiap harinya menyelimuti permukiman warga di setempat,” tambah Nasir.

 

“Kami sangat mengkhawatirkan kesehatan anak-anak kami begitu mudah sesak nafas akibat serang debu dari aktivitas perusahaan, namun hingga saat ini belum terlihat satupun dari pihak perusahaan yang peduli, saya berharap agar perusahaan segera mencari solusi tidak mengabaikan peristiwa ini, jika tidak ada perhatian tolong bebaskan saja rumah yang kami tempati sekarang, ujarnya.

 

M, Nasir juga menegaskan kepada pihak perusahaan. “Jangan hanya memikirkan keuntungan semata, akan tetapi juga perhatiannya terhadap masyarakat setempat, kami bukan tidak mendukung investasi akan tetapi kesehatan lingkungan juga harus di perhatikan karena generasi perlu juga diselamatkan,” pungkasnya. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mempertahankan Mahar Tinggi karena “Adat” Aceh Sedang Membuka Gerbang Pergaulan Bebas

24 Januari 2026 - 19:08 WIB

Tim SDM Polres Lhokseumawe Beri Layanan Dukungan Psikososial untuk Anak-anak di Riseh Teungoh

29 Desember 2025 - 21:53 WIB

Warga Terdampak Banjir Berbondong bondong Menuju Posko Lamie, Tim RSUD SIM Nagan Raya Beri Pelayanan Kesehatan 

19 Desember 2025 - 10:26 WIB

Polemik Umrahnya Bupati Aceh Selatan, Inpersi: Bencana Sudah Berlalu, Saatnya Bangkit Bersama

9 Desember 2025 - 13:13 WIB

Begal Terhadap Perempuan di Jalan Raya Kembali Terjadi, Ipelmasdam Dorong Korban untuk Berani Melapor ke APH

16 Oktober 2025 - 20:48 WIB

Trending di Hukum